Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen risiko sebagai upaya meningkatkan kinerja operasional angkutan kota (angkot) di wilayah Kabupaten Tegal yang saat ini menghadapi tantangan disrupsi teknologi dan penurunan kondisi infrastruktur. Menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data primer melalui kuesioner terstruktur dari 30 responden supir angkot yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen risiko di Kabupaten Tegal berada pada kategori Sangat Tinggi dengan nilai rata-rata keseluruhan (Grand Mean) sebesar 4,225. Hal ini didukung oleh skor dimensi identifikasi risiko sebesar 3,980 (Tinggi), pengukuran risiko sebesar 4,290 (Sangat Tinggi), dan pengelolaan risiko sebesar 4,404 (Sangat Tinggi). Temuan ini membuktikan bahwa para pelaku operasional memiliki kesadaran kolektif yang kuat dalam mendeteksi potensi bahaya, memahami dampak ekonomi dari risiko, serta disiplin dalam melakukan tindakan mitigasi seperti perawatan preventif, yang secara keseluruhan berperan sebagai katalisator dalam meningkatkan keandalan, keselamatan, dan efisiensi biaya operasional angkot.
Copyrights © 2025