Pesatnya perkembangan dakwah melalui media sosial, khususnya Instagram, membuka kebutuhan akan kajian mendalam mengenai bagaimana pesan keagamaan direpresentasikan dalam bentuk simbol visual maupun teks, serta bagaimana remaja Muslim di kawasan perkotaan menanggapinya sebagai kelompok pengguna digital yang paling dominan. Penelitian ini bertujuan mengurai proses produksi dan peredaran simbol dakwah dalam unggahan Instagram, menelusuri cara remaja Muslim menafsirkan simbol-simbol tersebut, dan mengidentifikasi dinamika psikologis serta faktor bawah sadar yang memengaruhi pola interaksi mereka terhadap pesan dakwah digital. Studi ini mengadopsi pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis konten yang dirancang berdasarkan kerangka Interaksi Simbolik dan teori psikoanalisis klasik maupun kontemporer. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa simbol dakwah tidak hanya berfungsi sebagai penyampai nilai keagamaan akan tetapi juga bertindak sebagai penanda identitas, medium negosiasi makna, serta sarana pembentukan orientasi emosional bagi remaja Muslim di lingkungan urban. Aktivitas digital seperti komentar, pesan langsung, dan pemberian tanda suka menjadi bagian dari mekanisme penafsiran kolektif yang berlangsung spontan, dinamis, dan sarat emosi. Analisis psikoanalisis mengungkap adanya dorongan-dorongan bawah sadar termasuk kebutuhan akan ketenteraman batin, afeksi simbolik, dan figur ideal yang turut mendorong keterlibatan remaja terhadap konten dakwah daring. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada integrasi perspektif sosial dan psikologis untuk memahami fenomena dakwah digital secara komprehensif. Hasil penelitian memberikan pemahaman baru mengenai bagaimana identitas religius terbentuk melalui proses simbolisasi di ruang digital yang dipengaruhi oleh konteks sosial serta dinamika psikodinamis. Selain itu, temuan ini menyajikan implikasi praktis bagi pengembangan dakwah digital yang lebih empatik dan relevan dengan kondisi emosional remaja. Penelitian lanjutan disarankan untuk memperluas ragam sampel, memperbandingkan konten dakwah dari berbagai wilayah, serta mengkaji dampak jangka panjang interaksi simbolik dalam praktik dakwah digital kontemporer.
Copyrights © 2026