Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan usaha bubuk kopi tradisional di Kubu Ateh Kota Bukittinggi, dalam perspektif ekonomi Islam. Masalah utama yang ditemukan adalah tidak adanya merek pada produk dan kenaikan harga bubuk kopi yang signifikanMetode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dengan pedagang, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat komponen bauran pemasaran (4P), strategi distribusi dan penempatan produk (Place) merupakan unsur paling unggul dan penting untuk diterapkan guna meningkatkan daya saing. Produk tanpa merek dengan kemasan sederhana membuat usaha kopi sulit bersaing, meskipun kualitasnya tinggi. Konsumen lebih tertarik pada produk bermerek yang informatif, menarik, dan terjangkau. Dalam perspektif ekonomi Islam, strategi pemasaran harus menerapkan nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, keterbukaan, dan maslahat. Penetapan harga yang adil, distribusi yang merata, serta promosi yang amanah adalah bagian penting dari etika bisnis Islam. Penelitian ini merekomendasikan penerapan strategi Place secara maksimal dengan memperluas distribusi, membangun identitas merek, serta pemanfaatan platform digital sebagai sarana pemasaran.
Copyrights © 2026