Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fenomena kecemasan matematika (math anxiety) melalui perspektif Teori Sosiokognitif Albert Bandura menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Analisis dilakukan terhadap berbagai literatur yang relevan dari database Garuda, Google Scholar, dan ERIC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan matematika merupakan produk interaksi dinamis antara faktor personal, lingkungan, dan perilaku (triadic reciprocal determinism). Efikasi diri ditemukan sebagai prediktor utama; rendahnya keyakinan diri menyebabkan siswa mempersepsikan matematika sebagai ancaman yang menguras kapasitas memori kerja. Selain itu, perilaku guru dan pemodelan negatif berkontribusi pada penularan kecemasan. Simpulan penelitian ini menekankan bahwa strategi intervensi berbasis sosiokognitif, seperti pemberian pengalaman keberhasilan (mastery experiences) dan penciptaan lingkungan kelas yang suportif, efektif dalam mereduksi kecemasan serta meningkatkan performa kognitif siswa.
Copyrights © 2026