Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara mendalam dinamika kehidupan sehari-hari dan cara Nenek Suhainah, seorang lansia berusia 70 tahun, memaknai usia senjanya, mengingat pentingnya studi kualitatif untuk memahami pengalaman subjektif lansia di tengah peningkatan populasi. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi terstruktur, observasi partisipan, dan studi dokumentasi di kediaman subjek di Medan. Temuan menunjukkan bahwa Nenek Suhainah mencapai penuaan yang sukses yang didukung oleh beberapa faktor. Beliau mempertahankan kemandirian fungsional yang tinggi dalam Activities Daily Living (ADL) dan menunjukkan fungsi kognitif yang stabil, meskipun mengalami penurunan fisik wajar seperti rabun mata dan nyeri sendi. Kualitas hidup beliau ditopang oleh fondasi spiritual yang sangat kuat (rutin ibadah) yang menjadi sumber kebermaknaan hidup dan mekanisme koping yang efektif untuk mempertahankan stabilitas emosional. Selain itu, beliau mendapatkan dukungan keluarga yang sangat erat (kumpul rutin mingguan) yang berfungsi sebagai benteng terhadap rasa cemas dan kesepian. Implikasi penelitian ini menyoroti bahwa keseimbangan antara keaktifan individu dan dukungan sosial-spiritual adalah kunci mencapai usia senja yang bermakna. Saran praktis ditujukan kepada keluarga untuk meningkatkan dukungan adaptif dan kepada lembaga untuk memperbanyak program penguatan spiritualitas bagi lansia.
Copyrights © 2026