JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
Vol. 10 No. 1 (2026)

Pengaruh Self-Esteem dan Media Sosial terhadap Fear of Missing Out (FOMO) pada Siswa Sekolah Menengah Atas di Kota Padang

Nur Syahadani Putri (Bimbingan Konseling, Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang)
Fitria Ariani (Bimbingan Konseling, Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang)



Article Info

Publish Date
19 Jan 2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-esteem dan intensitas penggunaan media sosial terhadap Fear of Missing Out (FOMO) pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian terdiri atas 200 siswa SMA kelas X–XII yang berasal dari empat sekolah, yaitu dua SMA negeri dan dua SMA swasta, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi Rosenberg Self-Esteem Scale untuk mengukur self-esteem, Skala FOMO yang dikembangkan oleh Przybylski, serta skala intensitas penggunaan media sosial. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat self-esteem pada kategori sedang (45,5%), intensitas penggunaan media sosial pada kategori tinggi (44,5%), serta tingkat FOMO pada kategori sedang hingga tinggi (83%). Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa self-esteem berpengaruh negatif dan signifikan terhadap FOMO (B = -0,421; sig. 0,000), yang berarti semakin tinggi self-esteem siswa, semakin rendah tingkat FOMO yang dialami. Sementara itu, intensitas penggunaan media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap FOMO (B = 0,536; sig. 0,000), yang menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial, semakin tinggi pula tingkat FOMO siswa. Secara simultan, self-esteem dan intensitas penggunaan media sosial berpengaruh signifikan terhadap FOMO dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,482, yang berarti kedua variabel tersebut mampu menjelaskan 48,2% variasi FOMO pada siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa FOMO pada siswa SMA merupakan hasil interaksi antara faktor internal berupa penilaian diri (self-esteem) dan faktor eksternal berupa paparan media sosial. Siswa dengan self-esteem rendah dan penggunaan media sosial yang tinggi cenderung lebih rentan mengalami FOMO. Temuan ini menegaskan pentingnya peran layanan bimbingan dan konseling di sekolah dalam meningkatkan self-esteem siswa serta memberikan edukasi penggunaan media sosial secara sehat guna mendukung kesejahteraan psikologis siswa.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jptam

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues ...