Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan budaya sekolah positif yang diterapkan di SMA NU Kota Tegal, menganalisis perannya dalam menanamkan nilai spiritual dan sosial, serta menjelaskan implikasinya terhadap pembentukan akhlak mulia peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada kepala sekolah, guru BK, guru PAI, dan seorang siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menekankan visi akhlakul karimah yang diwujudkan melalui program pembiasaan religius dan sosial secara konsisten; guru BK berperan dalam memberikan pengawasan dan keteladanan untuk membentuk kedisiplinan siswa; guru PAI memperkuat internalisasi nilai religius melalui pembiasaan ibadah seperti pembacaan asmaul husna, nadzom, doa bersama, dan pengajian singkat; sedangkan perspektif siswa menunjukkan bahwa kegiatan tersebut bermanfaat dalam meningkatkan motivasi belajar, menumbuhkan kedisiplinan, membentuk sopan santun, serta mempererat solidaritas antar teman. Dengan demikian, budaya sekolah positif yang dilaksanakan secara konsisten terbukti berkontribusi pada pembentukan akhlak mulia peserta didik melalui sinergi kepala sekolah, guru, dan siswa. Budaya religius yang terimplementasi dalam kehidupan sekolah mampu menanamkan nilai spiritual sekaligus sosial, sehingga pendidikan karakter tidak hanya bersifat teoritis tetapi terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Copyrights © 2026