Ragam hias Batak Mandailing merupakan bagian dari kekayaan budaya Nusantara yang sarat dengan nilai simbolik, filosofis, dan identitas lokal. Namun, dalam konteks kehidupan modern, pemahaman generasi muda terhadap motif tradisional Batak Mandailing cenderung mengalami penurunan seiring dengan dominasi budaya populer dan media informasi digital. Penelitian penciptaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik visual dan interpretasi makna motif Batak Mandailing serta mewujudkannya ke dalam tujuh karya kriya makrame sebagai hiasan dekoratif yang bersifat kontemporer. Metode yang digunakan adalah metode penciptaan seni konsorsium menurut Bandem yang meliputi tahapan persiapan, elaborasi, sintesis, realisasi konsep, dan penyelesaian. Hasil penciptaan berupa tujuh karya kriya makrame yang mengadaptasi motif-motif Batak Mandailing seperti Boraspati, Ulu ni Horbo, Adop-adop, dan ragam motif flora serta geometris. Karya-karya tersebut tidak hanya menonjolkan aspek estetis melalui pengolahan unsur dan prinsip seni rupa, tetapi juga merepresentasikan nilai budaya dan filosofi masyarakat Batak Mandailing. Penciptaan ini diharapkan dapat menjadi media alternatif pelestarian budaya sekaligus memberikan kontribusi terhadap pengembangan kriya tekstil berbasis kearifan lokal dalam ranah seni kontemporer.
Copyrights © 2026