Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran keterampilan manajemen waktu pada mahasiswa yang bekerja paruh waktu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari 232 mahasiswa pekerja paruh waktu di wilayah Jabodetabek. Hasil penelitian menemukan bahwa mahasiswa yang bekerja memiliki keterampilan manajemen waktu yang baik dibandingkan mahasiswa yang tidak bekerja. Temuan sejalan kuat dengan Process Model Macan (1994), di mana peran ganda memicu siklus perencanaan, pengendalian, dan evaluasi waktu yang efektif, membentuk resiliensi psikologis dan visi karir realistis. Analisis crosstab per gender, usia (18-24 tahun), semester (1-9), IPK (3,50-4,00 dominan tinggi), serta jenis pekerjaan (ritel, F&B, administrasi) menegaskan adaptasi seragam tanpa disparitas signifikan, dengan pekerjaan paruh waktu sebagai katalisator soft skill. Beban eksternal justru memperkaya produktivitas dan prestasi akademik. Inkonsistensi minor pada sikap waktu menandakan potensi intervensi pengendalian distraksi digital. Penelitian ini memperkaya literatur PIO kontekstual Indonesia, validasi model klasik dalam dinamika modern mahasiswa pekerja.
Copyrights © 2026