Banjir rob yang melanda wilayah pesisir Semarang pada tahun 2022 menimbulkan situasi darurat yang menuntut komunikasi yang cepat, efektif, dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk komunikasi inovatif yang diterapkan dalam tanggap darurat banjir rob melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui studi literatur dan analisis dokumen terkait kebencanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi inovatif berbasis teori Difusi Inovasi diterapkan melalui kombinasi saluran komunikasi digital dan tradisional, serta didukung jaringan sosial komunitas lokal. Strategi Komunikasi ini mampu mempercepat penerimaan informasi dan meningkatkan respon masyarakat dalam kondisi darurat. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan literasi digital dan kolaborasi multi-aktor dalam komunikasi kebencanaan di wilayah pesisir.
Copyrights © 2026