Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara sikap individu terhadap merokok dengan tingkat persepsi risiko yang dirasakan oleh para perokok. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan mengumpulkan data melalui kuesioner daring pada 405 perokok dewasa muda di wilayah Jabodetabek. Alat ukur yang digunakan meliputi skala sikap terhadap merokok dan skala persepsi risiko terkait bahaya merokok. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi negatif signifikan antara sikap terhadap merokok dan persepsi risiko, yang berarti semakin positif sikap terhadap merokok maka persepsi risiko yang dimiliki cenderung semakin rendah, dan sebaliknya. Temuan ini mengindikasikan bahwa perubahan sikap negatif terhadap merokok dapat meningkatkan kesadaran akan risiko kesehatan sehingga berpotensi menurunkan perilaku merokok. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya pengembangan intervensi dan edukasi yang berfokus pada pembentukan sikap kritis terhadap merokok untuk meningkatkan persepsi risiko dan mendukung pengendalian konsumsi rokok di masyarakat.
Copyrights © 2026