Penelitian ini menganalisis pemanfaatan teknologi wearable fitness tracker untuk mengukur tingkat kebugaran siswa sekolah dasar dalam pembelajaran pendidikan jasmani tahun 2025. Latar belakang menyoroti penurunan aktivitas fisik siswa akibat gaya hidup sedentary dan keterbatasan metode pengukuran konvensional seperti TKJI yang subjektif, sementara wearable menawarkan pemantauan real-time akurat untuk langkah, detak jantung, dan kalori. Tujuan utama adalah mengidentifikasi efektivitas, tantangan, dan peluang integrasi melalui studi pustaka dengan pencarian di Publish or Perish (500 artikel, dipilih 10 relevan tahun 2020-2025), analisis deskriptif, meta-analisis, dan konten. Hasil menunjukkan wearable efektif meningkatkan motivasi, partisipasi, dan kebugaran melalui self-monitoring, gamifikasi berbasis SDT, serta akurasi tinggi (hingga 90%), meskipun tantangan seperti biaya dan kesiapan guru perlu diatasi. Simpulan merekomendasikan integrasi kurikulum digital, pelatihan guru, dan kolaborasi stakeholder untuk transformasi PJOK di Indonesia.
Copyrights © 2026