Abu kulit durian merupakan limbah pertanian melimpah di Indonesia yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pozzolan pengganti sebagian semen. Beton merupakan material konstruksi utama, namun produksi semen Portland sebagai bahan utamanya menghasilkan emisi CO₂ tinggi. Berbagai studi terbaru mengeksplorasi substitusi parsial semen dengan bahan alternatif untuk meningkatkan keberlanjutan beton. Tinjauan pustaka sistematis ini menunjukkan bahwa penambahan abu kulit durian dalam kadar rendah (sekitar 5–9%) umumnya meningkatkan kuat tekan beton—beberapa penelitian mencatat peningkatan hingga ~22–25 MPa—serta menurunkan serapan air (Husna et al., 2024; Derrouiche et al., 2025). Sebagai contoh, substitusi 9% menghasilkan kuat tekan sekitar 22,8 MPa dan serapan air ~5,03%, lebih rendah dibanding beton kontrol (Husna et al., 2024). Perbaikan sifat tersebut berkaitan dengan reaksi pozzolanik abu durian yang berperan dalam pemadatan mikrostruktur beton (He et al., 2020). Namun, substitusi berlebihan (>9%) cenderung menurunkan kinerja beton akibat meningkatnya fraksi bahan non-reaktif. Dengan demikian, abu kulit durian berpotensi digunakan sebagai substitusi parsial semen yang efektif pada kadar rendah untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan beton.
Copyrights © 2026