Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam peran Warung Bu Imas sebagai rumah makan legendaris dalam upaya pelestarian budaya Sunda melalui kuliner tradisional. Warung Bu Imas, yang telah berdiri sejak puluhan tahun di kawasan Bandung, Jawa Barat, menjadi representasi autentik dari tradisi kuliner Sunda yang kaya akan nilai filosofis dan simbolisme lokal. Studi kasus ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi literatur, penelitian ini menganalisis berbagai sumber akademik yang membahas hubungan antara kuliner, pelestarian budaya, dan pendidikan kewarganegaraan. Kajian ini menelusuri bagaimana makanan tradisional menjadi wadah untuk melestarikan budaya seperti, menganalisis berupa resep turun-temurun, arsip foto historis, dan ulasan wisatawan. Hasil penelitian mengungkap bahwa Warung Bu Imas berhasil mempertahankan nilai-nilai budaya Sunda melalui penyajian hidangan autentik seperti nasi timbel, karedok, dan sambal dadak yang tidak hanya lezat, tetapi juga sarat makna budaya tinggi, seperti konsep "silih asah, silih asih, silih asuh" yang tercermin dalam ramah tamah pelayanan. Selain itu, warung ini telah berevolusi menjadi simbol identitas budaya Sunda yang kuat serta destinasi wisata kuliner populer, menarik ribuan pengunjung domestik dan mancanegara setiap tahunnya. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan sebagai referensi bagi pengembangan pariwisata budaya berkelanjutan, strategi pelestarian warisan kuliner tradisional, serta pemberdayaan UMKM lokal dalam konteks ekonomi kreatif.
Copyrights © 2026