Rendahnya implementasi standar keselamatan pada sektor informal bengkel las memicu tingginya risiko kecelakaan maupun penyakit akibat kerja. Observasi awal mengungkap bahwa 75% tenaga kerja belum memakai alat pelindung diri (APD) secara konsisten. Studi ini bertujuan menganalisis berbagai determinan yang berhubungan dengan penggunaan APD di Kelurahan Suka Karya, Kecamatan Kota Baru. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional, penelitian ini melibatkan 42 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Data dihimpun melalui kuesioner dan lembar observasi, lalu dianalisis dengan uji Chi square. Hasil studi menunjukkan bahwa 57,1% responden tidak menggunakan APD. Secara statistik, ditemukan hubungan signifikan antara pengetahuan (p = 0,004), sikap (p < 0,001), ketersediaan APD (p < 0,001), motivasi (p < 0,001), dan pengawasan (p < 0,001) dengan perilaku penggunaan APD. Disimpulkan bahwa faktor-faktor tersebut merupakan elemen kunci dalam kepatuhan penggunaan proteksi diri pada pekerja las.
Copyrights © 2026