Imunisasi dasar lengkap merupakan upaya penting dalam mencegah penyakit menular pada bayi. Namun, pada cakupan1imunisasi di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Kaliwates, Jember, masih belum mencapai target yang direkomendasikan. Rendahnya kepatuhan ibu dalam membawa anaknya untuk imunisasi1dipengaruhi1oleh berbagai faktor, seperti pendidikan, pengetahuan, dukungan1keluarga, akses layanan kesehatan, serta peran tenaga kesehatan. Kondisi ini juga terlihat di TPMB Tutik Wahyuningsih Amd.Keb, sehingga diperlukan kajian lebih mendalam terkait faktor-faktor1yang1memengaruhi kepatuhan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan1ibu dalam memberikan imunisasi dasar lengkap di TPMB Tutik Wahyuningsih Amd.Keb, Kaliwates, Jember. Penelitian ini menerapkan rancangan deskriptif analitik dengan metode potong lintang. Sebanyak 30 ibu yang memiliki bayi usia 0–12 bulan dijadikan responden melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan memakai kuesioner terstruktur yang mencakup variabel pengetahuan, tingkat pendidikan, status pekerjaan, akses terhadap layanan kesehatan, dukungan keluarga, serta peran tenaga kesehatan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pengetahuan ibu (p1<10,05), pendidikan (p1<10,05), dukungan keluarga (p1<10,05), dan peran tenaga kesehatan (p1<10,05) berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan dalam pemberian imunisasi dasar lengkap. Sementara itu, pekerjaan ibu dan akses ke fasilitas pelayanan kesehatan menunjukkan hubungan yang tidak signifikan. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa kepatuhan ibu dalam memberikan imunisasi dasar lengkap dipengaruhi1oleh1faktor internal dan eksternal, terutama pengetahuan, pendidikan, dukungan1keluarga, dan peran1tenaga1kesehatan. Upaya peningkatan cakupan imunisasi perlu difokuskan pada edukasi ibu, penguatan dukungan keluarga, serta optimalisasi konseling dan komunikasi tenaga kesehatan.
Copyrights © 2026