Salah satu penyebab kematian anak yang paling umum adalah wasting. Pada Juli 2024, Puskesmas Gunung Sari menemukan 21 kasus wasting balita berusia 6 sampai 24 bulan. Kasus tertinggi ditemukan di Desa Penengahan (26 %), Gunung Sari (22 %), dan Mada Jaya (16 %). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi, pola pemberian makan, dan berat badan lahir balita yang berusia antara 6 sampai 24 bulan dengan wasting. Studi ini menerapkan desain penelitian cross-sectional. Sebagian besar responden adalah 79. Jumlah sampel yang diambil untuk setiap Desa dihitung melalui metode random sampling. Pengukuran antropometri, atau berat badan, dan kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan gizi ibu berada dalam kategori kurang (57,0%), pola pemberian makan balita berada dalam kategori cukup (57,0%), dan riwayat berat badan lahir normal (89,9%). Selain itu, wasting balita usia 6-24 bulan berdasarkan BB/TB berjumlah 26,6 persen. Berdasarkan uji Gamma, ada korelasi antara pengetahuan gizi ibu (p ≤ 0,001), pola pemberian makan balita (p 0,001), dan riwayat berat badan lahir (p Puskesmas Gunung Sari diharapkan untuk mengumpulkan data untuk penelitian berikutnya dan melakukan monitoring. Puskesmas Gunung Sari diharapkan untuk menjadi sumber data penelitian selanjutnya dengan melakukan monitoring evaluasi untuk mengetahui tingkat perkembanagan berat badan balita wasting dan tingkat pengetahuan ibu.
Copyrights © 2026