Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna pendidikan kewirausahaan bagi pemuda dalam membangun kemandirian kerja dan menyikapi realitas pengangguran. Latar belakang penelitian ini berangkat dari tingginya tingkat pengangguran pemuda yang menunjukkan ketidaksesuaian antara dunia pendidikan dan kebutuhan pasar kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretatif dan orientasi fenomenologis untuk menggali pengalaman subjektif pemuda yang mengikuti pendidikan kewirausahaan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan dimaknai secara multidimensional oleh pemuda, tidak hanya sebagai pembelajaran teknis bisnis, tetapi sebagai proses pembentukan pola pikir, identitas kerja, dan ketahanan psikologis. Pendidikan kewirausahaan berperan dalam menginternalisasi nilai kemandirian, keberanian menghadapi risiko, serta fleksibilitas dalam merespons ketidakpastian kerja. Selain itu, pendidikan kewirausahaan membantu pemuda merekonstruksi makna pengangguran dari stigma kegagalan menjadi fase transisi yang dapat direspons secara kreatif. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan kewirausahaan perlu dipahami secara kontekstual dan humanis, tidak semata-mata berdasarkan capaian ekonomi.
Copyrights © 2026