Transformasi praktik akademik di lingkup pendidikan tinggi saat ini dipicu oleh akselerasi teknologi Kecerdasan Buatan (AI) yang secara signifikan meningkatkan efisiensi belajar, daya kreasi, serta ketajaman proses pengambilan keputusan. Namun demikian, landasan empiris yang membedah faktor-faktor pendorong adopsi AI pada mahasiswa di program studi berorientasi teknologi masih sangat minim ditemukan. Studi ini hadir untuk mengupas tuntas berbagai determinan yang memengaruhi penggunaan AI pada mahasiswa Universitas Al-Irsyad Cilacap (UNAIC) pada program studi bisnis digital di Peneliti menerapkan pendekatan kuantitatif deskriptif-verifikatif dengan melibatkan 55 mahasiswa aktif sebagai responden yang terjaring melalui teknik sampling jenuh. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner terstruktur yang mengintegrasikan kerangka Technology Acceptance Model (TAM) dan juga Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Analisis data dijalankan melalui teknik regresi linear berganda dan dibantu aplikasi SPSS 26. Hasil analisis membuktikan bahwa variabel Perceived Ease of Use, kemudian Perceived Usefulness, Digital Literacy, serta pengaruh sosial (Social Influence) menghasilkan dampak positif serta signifikan kepada pemakaian AI, baik dalam pengujian secara parsial maupun simultan. Pengaruh sosial menempati posisi sebagai faktor yang paling dominan dalam memicu adopsi AI, yang kemudian diikuti oleh variabel literasi digital, persepsi kebermanfaatan, dan terakhir kemudahan penggunaan. Temuan ini menegaskan bahwa keputusan mahasiswa dalam mengadopsi AI tidak hanya berpijak pada persepsi personal atau kemahiran digital individu, melainkankan juga sangat dipengaruhi oleh dukungan lingkungan sosial serta ekosistem akademik di kampus.
Copyrights © 2026