Tujuan penelitian ini adalah adalah untuk mengkaji dan menganalisis kendala-kendala strategi pemasaran produk serta strategi pengembangan Usaha Kecil Menengah (Sentra Kopi Bantaeng) di Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, bertujuan untuk menganalisis dan memahami secara mendalam kondisi UKM Sentra Pengolahan Kopi Banyorang di Kecamatan Tompobulu, Bantaeng, melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Penelitian dilaksanakan selama dua bulan pada Juni dan Juli 2024 di UKM tersebut, yang merupakan pusat penting produksi kopi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, melibatkan observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan pada Juni dan Juli 2024. Hasil menunjukkan UKM menghadapi kendala utama berupa fluktuasi harga kopi, kendala proses pengolahan, dan kualitas sumber daya manusia yang belum memadai. Fokus penelitian adalah pengaruh Bauran Pemasaran 7P terhadap pengembangan usaha UKM, dengan subyek penelitian termasuk Kepala Pemasaran, Unit Jasa, Kepala Unit Produksi, petani kopi, dan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan UKM Sentra Kopi Bantaeng menghadapi tiga kendala utama dalam strategi pemasaran, yaitu fluktuasi harga kopi, kendala proses pengolahan, dan kualitas sumber daya manusia, yang secara signifikan mempengaruhi daya saing dan keberlanjutan usaha. Untuk mengatasi tantangan ini, strategi pengembangan yang diterapkan meliputi peningkatan kualitas produk, penetapan harga fleksibel, promosi melalui berbagai saluran, pengelolaan sumber daya manusia, dan optimalisasi proses produksi, yang secara keseluruhan berkontribusi pada peningkatan daya saing UKM di pasar lokal dan internasional. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa UKM Sentra Kopi Bantaeng menghadapi kendala signifikan dalam strategi pemasaran terkait fluktuasi harga, proses pengolahan, dan kualitas sumber daya manusia, namun telah mengimplementasikan strategi pengembangan yang efektif melalui bauran pemasaran 7P untuk meningkatkan daya saing dan kualitas produk di pasar lokal maupun internasional. The purpose of this study was to examine and analyse the constraints of product marketing strategies and development strategies of Small and Medium Enterprises (Bantaeng Coffee Center) in Tompobulu District, Bantaeng Regency. This research uses a qualitative approach with a descriptive type, aiming to analyse and understand in depth the condition of SMEs of Banyorang Coffee Processing Center in Tompobulu District, Bantaeng, through observation, interviews, and document analysis. The research was conducted for two months in June and July 2024 at the SME, which is an important centre of coffee production. The focus of the research is the influence of the 7P Marketing Mix on SME business development, with research subjects including the Head of Marketing, Services Unit, Head of Production Unit, coffee farmers, and customers. The results showed that Bantaeng Coffee Centre SMEs face three main constraints in marketing strategy, namely coffee price fluctuations, processing constraints, and human resource quality, which significantly affect business competitiveness and sustainability. To overcome these challenges, the development strategies implemented include improving product quality, flexible pricing, promotion through various channels, human resource management, and optimisation of production processes, which overall contribute to improving SME competitiveness in local and international markets. Based on the results of the study, it can be concluded that Bantaeng Coffee Sentra SMEs face significant constraints in marketing strategies related to price fluctuations, processing, and quality of human resources, but have implemented effective development strategies through the 7P marketing mix to improve competitiveness and product quality in local and international markets.
Copyrights © 2025