Artikel ini membahas gagasan Islam inklusif menurut Abdurrahman Wahid yang kerap disapa Gus Dur, seorang tokoh penting dalam pemikiran Islam kontemporer Indonesia. Tujuan kajian ini adalah menjelaskan konsep Islam inklusif, latar belakang kehidupan dan pemikiran Gus Dur, pandangannya tentang Islam inklusif, serta relevansinya dalam kehidupan masa kini. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan pendekatan deskriptif, berdasarkan karya-karya Gus Dur dan berbagai sumber tertulis yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam inklusif menurut Gus Dur menekankan nilai kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, toleransi, dan sikap menghargai perbedaan. Pemikiran ini dipengaruhi oleh latar belakang pesantren, pemahaman Islam klasik, serta pengalaman sosial Gus Dur dalam masyarakat Indonesia yang majemuk. Gus Dur menolak sikap keagamaan yang tertutup dan penerapan agama yang kaku karena dapat menimbulkan diskriminasi dan konflik. Dalam konteks saat ini, pemikiran Islam inklusif Gus Dur masih sangat relevan untuk menghadapi masalah radikalisme, intoleransi, dan krisis kemanusiaan. Artikel ini menegaskan bahwa gagasan Gus Dur penting dalam membangun Islam yang moderat, ramah, dan beradab.
Copyrights © 2025