Pertumbuhan traffic data yang signifikandalam beberapa tahun terakhir mendorong kebutuhanakan arsitektur jaringan optik berkapasitas tinggi denganefisiensi resources yang optimal. Penelitian inimengusulkan model optimasi routing dan resourceallocation berbasis hybrid modified Dijkstra’s algorithmpada Transparent Optical Networks (TONs) denganpenerapan flex-grid dan Space-Division Multiplexing(SDM). Model diuji pada topologi Indonesia (IDNet)dengan 19 node dan 37 link yang dibandingkan denganEONet sebagai baseline. Simulasi dinamis dilakukanmenggunakan poisson arrivals hingga 10.000 koneksidengan variasi durasi koneksi (175–1050 t.u.) untukmengevaluasi blocking probability (BP), utilisasi OXC,transmitter, receiver, dan pengaruh jenis centralityterhadap performa routing. Hasil menunjukkan bahwaIDNet memiliki BP yang sedikit lebih tinggi (62,05%) jikadibanding EONet (40,26%), yang disebabkan olehkonektivitas dan distribusi jarak yang jauh dalam geografiIndonesia. Betweenness Centrality terbukti sebagai metrikoptimal dengan BP minimum 0,0002 pada 125 t.u. Hasil inimenegaskan bahwa integrasi flex-grid dan SDMmemberikan peningkatan efisiensi spektrum, namunperformansinya sangat ditentukan oleh struktur topologiserta strategi routing adaptif.Kata Kunci— Transparent Optical Networks, Flex-grid,SDM, Routing and Spectrum Allocation (RSA), BlockingProbability, Hybrid Modified Dijkstra Algorithm.
Copyrights © 2025