Dari data yang didapatkan pada tahun 2020 sampai dengan tahun 2022, kematian yangdisebabkan oleh penyakit tidak menular (PTM) seperti penyakit jantung, diabetes, stroke,kanker dan gangguan pada pernapasan sudah lebih dari 40 juta jiwa meninggal di seluruhdunia. Berdasarkan data tersebut, didapatkan bahwa 17 juta diantaranya merupakan orangyang masih berusia 30 sampai dengan 70 tahun. Salah satu tanda kemunculan asma adalahpeningkatan denyut nadi. Inovasi ini bertujuan untuk melakukan denyut nadi secara noninvasive yang disertai inhaler sebagai inovasi terapi. Metode pelaksanaan meliputi studiliteratur, perancangan, dan pembuatan inovasi dengan Grove Heart Rate Sensor pada perantileher (necklace) dan gyroscope sensor pada inhaler yang dihubungkan ke microcontroller.Tiga parameter faktor risiko serangan asma digunakan untukmengklasifikasikan kondisipengguna yang terdiri dari normal, waspada, dan bahaya. Uji sistem monitoring dan terapidilakukan dengan membandingkan luaran sensor dan hasil uji tanda vital yang dilakukanterhadap 10 responden. Hasil pengujian sistem monitoring mampu mengukur 97,03% ±2,97% untuk denyut nadi, dan pengujian sistem terapi dapat membantu pasien pengidappenyakit asma dalam manajemen serangan asma mereka sebanyak 13,84% efektivitas.Inovasi ini mampu bekerja secara non-invasive, memiliki sistem monitoring dan terapipasien, serta terhubung langsung dengan fasilitas kesehatan.Kata kunci: Penyakit tidak menular, Non-Invasive.
Copyrights © 2026