Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia yang ketersediaannya harus dijaga baik dari segi kuantitas maupun kualitas.Permasalahan umum yang sering terjadi pada sistem tandon air adalah level air yang tidak terkontrol dan kualitas air yangmenurun akibat meningkatnya kekeruhan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistempengontrolan level dan kekeruhan air pada miniatur tandon air berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu memantauserta memperbaiki kualitas air secara otomatis. Sistem dirancang menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat kendaliyang terhubung dengan tiga sensor utama, yaitu sensor ultrasonik A02YYUW untuk pengukuran level air, sensor turbiditySEN0189 untuk kekeruhan, dan sensor TDS untuk memantau jumlah zat padat terlarut. Data dari sensor diolahmenggunakan logika berbasis threshold untuk mengaktifkan dua aktuator berupa pompa pengisian air dan pompa filtrasikarbon aktif secara otomatis. Seluruh parameter dipantau melalui aplikasi Blynk secara real-time, yang juga berfungsi untukpencatatan (data logging). Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem memiliki akurasi tinggi dengan rata-rata error relatifsensor ultrasonik sebesar 0,87%, sensor kekeruhan 2,82%, dan sensor TDS 0,91%. Sistem filtrasi mampu menurunkan nilaikekeruhan air dari 897,4 NTU menjadi 4,7 NTU dalam waktu 35 menit, dengan efektivitas reduksi sebesar 99,48%. Dengandemikian, sistem ini terbukti efektif dalam mengontrol level air dan meningkatkan kualitas air secara otomatis serta dapatmenjadi dasar pengembangan sistem pengelolaan air bersih berbasis IoT skala besar di masa depan.Kata kunci: IoT, pengontrolan level air, kekeruhan air, sensor ultrasonik, sensor turbidity, TDS, ESP32, Blynk.
Copyrights © 2026