Perkembangan teknologi jaringan seluler,khususnya 4G LTE, memberikan peningkatan signifikandalam kualitas layanan komunikasi data. Namun,permasalahan blank spot masih sering dijumpai, terutama didalam gedung bertingkat akibat adanya hambatan fisik yangmenghalangi propagasi sinyal. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis kualitas sinyal 4G operator XL di area indoorGedung A Fakultas Teknik Universitas Brawijaya denganmetode walk test. Pengukuran dilakukan menggunakanperangkat smartphone yang terintegrasi dengan perangkatlunak Nemo untuk memperoleh parameter Received SignalReferenced Power (RSRP), Received Signal Referenced Quality(RSRQ), Received Signal Strength Indicator (RSSI), dan Signalto Interference plus Noise Ratio (SINR). Data hasil pengukurankemudian diolah menggunakan software Nemo sehinggadiperoleh peta distribusi sinyal di area penelitian. Hasil analisismenunjukkan bahwa terdapat beberapa titik dengan nilaiRSSI yang rendah berdasarkan berdasarkan Key PerformanceIndikator (KPI) yang mengindikasikan adanya area blank spotpada lokasi tertentu di dalam gedung, terutama di area denganstruktur dinding tebal dan jauh dari jendela. Temuan inimemberikan gambaran bagi operator seluler dalammelakukan optimalisasi jaringan melalui penambahanrepeater, Distributed Antenna System (DAS), atau solusiteknologi lain agar kualitas layanan tetap terjaga. Dengandemikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensidalam evaluasi kualitas jaringan indoor sekaligus mendukungpeningkatan pengalaman pengguna layanan seluler.Kata kunci: 4G LTE, walk test, Nemo, blank spot
Copyrights © 2026