Jurnal Mahasiswa TEUB
Vol. 14 No. 1 (2026)

Pengaruh Penambahan Arang Ampas Tebu dan Frekuensi Arus Injeksi Terhadap Nilai Resistansi Pentanahan Rod Grounding




Article Info

Publish Date
07 Jan 2026

Abstract

Sistem pentanahan berperan pentingdalam menyalurkan arus gangguan (termasuk surja petir) ketanah sehingga keselamatan manusia dan peralatan terjaga.Penelitian ini menganalisis pengaruh soil treatment berupapenambahan arang ampas tebu serta injeksi arus berfrekuensitinggi terhadap nilai resistansi/impedansi pentanahanelektroda batang (rod grounding) pada tanah berkerikil.Pengujian dilakukan pada 7–20 November 2025 di Merjosari,Kota Malang. Elektroda batang berdiameter 12 mm ditanampada kedalaman 70 cm, kemudian dibandingkan dua kondisi:tanah lokasi dan tanah dengan penambahan arang ampas tebuhalus kering dalam wadah aluminium (diameter 30 cm; tinggi70 cm; volume arang 0,049455 m³). Resistivitas tanah diukurdengan metode 4 titik konfigurasi Wenner dan diperoleh ρtanah sebesar 1425,052 Ω·cm. Pada resistivitas arang ampastebu didapatkan 979 Ω·cm. Resistansi/impedansi pentanahandiukur menggunakan metode 3 titik dengan injeksi frekuensi50 Hz, 500 Hz, 5 kHz, 10 kHz, dan 50 kHz. Hasil menunjukkanbahwa peningkatan frekuensi menurunkan nilai impedansiserta memunculkan karakteristik resistif (50–500 Hz),kapasitif (5–10 kHz), hingga induktif (50 kHz). Pada tanahlokasi, resistansi turun dari 110,1 Ω (50 Hz) menjadi 67,9 Ω (50kHz), dan dengan arang turun dari 85,4 Ω menjadi 20,5 Ω.Penambahan arang ampas tebu menurunkanresistansi/impedansi riil dibanding tanah lokasi pada seluruhfrekuensi dengan persentase penurunan 22,43%–69,81% danrata-rata 43,81%, dengan penurunan maksimum pada 50kHz. Hal ini membuktikan bahwa arang ampas tebu efektifsebagai material aditif soil treatment dan kinerja pentanahanbersifat dependen terhadap frekuensi, relevan untuk evaluasiproteksi gangguan berfrekuensi tinggi.Kata Kunci— arang ampas tebu, elektroda batang, injeksifrekuensi, pentanahan, resistansi pentanahan, soil treatment.

Copyrights © 2026