Sistem pentanahan pada praktiknyadiperuntukkan pada sistem kelistrikan agar melindungiperalatan listrik dan manusia yang berada di sekitar. Sistempentanahan yang baik adalah sistem pentanahan yangmempunyai nilai resistansi yang kecil. Nilai resistansipentanahan dipengaruhi oleh beberapa factor, yakni resistivitastanah dan jenis, bahan, ukuran, serta konfigurasi elektroda.Penelitian ini membahas perlakuan tanah (soil treatment)menggunakan campuran arang kulit kacang (AKK) dan arangsekam padi (SP) di sekitar elektroda batang untuk menurunkanresistansi pentanahan. Pengujian dilakukan pada elektrodatembaga berdiameter 12 mm dan panjang 1 m yang ditanamsedalam 70 cm. Nilai awal tanpa perlakuan tercatat 76,2 Ω. Tigakomposisi AKK:SP (75:25, 50:50, 25:75) diuji dalam kondisikering dan basah yang direkayasa dengan menambahkan 300 mlair ke dalam campuran arang, ukuran partikel arangdiseragamkan dan setiap variasi diukur tiga kali agar pengujianakurat. Pengukuran resistansi pentanahan menggunakanmetode 3 titik (fall-of-potential) sedangkan resistivitas tanahmenggunakan metode 4 titik konfigurasi Wenner. Hasilmenunjukkan seluruh campuran menurunkan resistansi secarasignifikan dibanding tanah murni: pada kondisi kering,rata-rata 24,8 Ω (67,3%), 26,7 Ω (64,8%), dan 21,3 Ω (71,7%).Sedangkan kondisi basah resistansi pentanahan adalah sebesar22,9 Ω, 20,7 Ω, dan 16,9 Ω yaitu turun sekitar 7,6–22,3% darikondisi kering. Komposisi 25:75 (AKK:SP) memberikan reduksiterbesar di kedua kondisi. Penelitian ini membuktikancampuran arang kulit kacang dan sekam padi berpotensidigunakan untuk menurunkan resistansi pentanahan dan salahsatu faktor untuk menurunkan resistansi pentanahan adalahkelembapan.Kata Kunci— Arang kulit kacang, arang sekam padi,kelembapan, resistansi pentanahan, soil treatment.
Copyrights © 2026