Penelitian ini bertujuan untuk memahami strategi Generasi Z dalam menjaga akhlak di era digital yang sarat tantangan moral akibat derasnya arus informasi dan paparan media sosial. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan tiga informan perempuan Generasi Z, data dianalisis menggunakan open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan akhlak pada Generasi Z merupakan proses multidimensional yang melibatkan integrasi faktor emosional, spiritual, sosial, dan digital. Regulasi emosi muncul sebagai fondasi utama, ditunjukkan oleh kemampuan informan mengelola emosi, mengenali pemicu emosional, serta melakukan refleksi diri. Spiritualitas dan praktik keagamaan—terutama konsumsi konten dakwah, ibadah, doa, dan perbaikan niat—berfungsi sebagai mekanisme religious coping dalam menjaga stabilitas moral ketika menghadapi tekanan digital maupun sosial. Selain itu, literasi digital terbukti menjadi benteng protektif, di mana para informan secara selektif memilah konten positif dan menolak konten yang berpotensi merusak akhlak. Lingkungan sosial juga memainkan peran penting melalui pemilihan pertemanan yang mendukung, penerapan batasan sosial, serta upaya memperbaiki relasi interpersonal ketika terjadi kesalahan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa Generasi Z menjaga akhlak melalui kombinasi kesadaran emosional, penguatan spiritual, kecerdasan digital, dan manajemen relasi sosial. Temuan ini menegaskan perlunya pendekatan pembinaan akhlak yang komprehensif, adaptif, serta responsif terhadap dinamika kehidupan remaja modern di tengah perkembangan teknologi digital yang cepat.
Copyrights © 2025