Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh silaturahmi terhadap kesehatan mental berdasarkan pengalaman subjektif individu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, sedangkan analisis data dilakukan dengan tahapan open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa silaturahmi berdampak positif terhadap kesehatan mental apabila interaksi berlangsung dalam suasana suportif, seperti saling menghibur, menunjukkan perhatian, dan membangun kenyamanan emosional. Akan tetapi, penelitian juga menemukan bahwa silaturahmi dapat berdampak negatif ketika diwarnai kritik, perbandingan, dan komentar yang merendahkan, sehingga memicu stres emosional, menurunkan kepercayaan diri, dan mendorong individu menarik diri dari hubungan sosial. Selain itu, individu mengembangkan strategi adaptif seperti memfilter relasi dan membatasi interaksi untuk menjaga kondisi psikologis tetap stabil. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa silaturahmi memang berpengaruh terhadap kesehatan mental, namun arah pengaruhnya ditentukan oleh kualitas interaksi interpersonal—bukan oleh frekuensi pertemuan semata. Temuan ini menekankan pentingnya komunikasi suportif dalam lingkungan sosial dan keluarga sebagai upaya menjaga kesejahteraan psikologis.
Copyrights © 2025