Kesalahan diagnosis medis merupakan permasalahan serius dalam dunia kesehatan yang dapat berdampak fatal bagi pasien. Data dari Johns Hopkins University menyebutkan bahwa sekitar 795.000 orang di Amerika Serikat terdampak oleh kesalahan diagnosis setiap tahunnya, menjadikannya salah satu penyebab utama kematian di negara tersebut. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka ini adalah ketidakandalan alat pemeriksaan laboratorium, khususnya alat kimia klinik yang memiliki peran vital dalam proses diagnosis melalui analisis darah. Ketepatan hasil dari alat ini sangat menentukan pengambilan keputusan medis yang tepat. Seiring meningkatnya prevalensi penyakit asam urat secara global dengan peningkatan sebesar 13,6% per 100.000 penduduk termasuk di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi nilai sigma sebagai indikator performa alat kimia klinik A15 dalam pemeriksaan kadar asam urat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan pengambilan data sebanyak 30 kali selama 30 hari di salah satu laboratorium rumah sakit di Pekanbaru. Hasil pengukuran menunjukkan akurasi -11,62%, presisi 5,97%, total kesalahan 0,31%, dan nilai sigma sebesar 4,80. Semua nilai berada dalam batas toleransi yang ditetapkan, yaitu presisi <6%, total kesalahan <17%, dan sigma >3. Dengan nilai sigma > 3 alat kimia klinik A15 berada pada level 4 yang memenuhi kriteria kelayakan sebagai alat diagnostik andal untuk pemeriksaan asam urat di laboratorium klinik.
Copyrights © 2025