Articles
20 Documents
ANALISIS KUALITAS CITRA RADIOGRAFI CR DENGAN SIGNAL TO NOISE RATIO (SNR) DAN CONTRAS TO NOISE RATIO (CNR) MENGGUNAKAN MICRODICOM
Rivi Astria;
Nani Lasiyah;
Romi Mulyadi
Biomedical and Environmental Health Technology Vol 1 No 1 (2024): Biomedical and Environmental Health Technology (BIOHEALTH)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35328/93ne3e89
Citra sinar-X diperoleh dari hasil digitalisasi sebanyak-banyaknya dari proses scanner atau pemindai pasien. Citra sinar-X terkadang memiliki noiseyang dapat mempengaruhi kualitas citra. Deteksi diagnostik dengan radiografi adalah teknik yang paling umum digunakan. Namun, dalam beberapa kasus penyakit yang ada pada tubuh pasien tidak dapat dideteksi karena tertutup oleh kebisingan (noise) atau karena kualitas citra yang buruk. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisa kualitas hasil citra sinar-X dengan parameter yang berbeda pada radiografi kemudian dianalisa menggunakan Software Microdicom untuk mencari nilai Signal to Noise Ratio (SNR) dan Contras to Noise Ratio (CNR). Penelitian ini menggunakan metode dalam menganalisa citra yaitu menggunakan Signal to Noise Ratio (SNR) dan Contras to Noise Ratio (CNR). Signal to Noise Ratio (SNR) dan Contras to Noise Ratio (CNR) dapat digunakan untuk melihat tingkatan kualitas citra yang rendah karena SNR dan CNR merupakan pengukur tingkat kebisingan atau noise pada citra sinar-X. Pada penelitian ini menggunakan 4 parameter citra radiografi yaitu parameter Thorax, Clavicula, Pelvis, dan Molar. Hasilcitra radiografi Thorax, pelvis, Clavicula dan Molar diperoleh nilai SNR dan CNR yang berbeda-beda. Dari nilai rata-rata SNR dan CNR setiap citra, parameter citra radiografi yang memiliki nilai SNR tertinggi yaitu citra Pelvis dengan nilai SNR 9,25 sedangkan parameter citra radiografi yang memiliki nilai CNR tertinggi yaitu citra Molar dengan nilai CNR -0,71. Berdasarkan dari data yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwasannya penggunaan software microdicom tergolong mudah untuk digunakan dalam menganalisa hasil citra radiografi dengan nilai SNR dan CNR.”
STUDI REKOMENDASI PENGHAPUSAN ALAT KESEHATAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALISIS BIAYA DI RSUD ARIFIN AHMAD KOTA PEKANBARU
M. Nur Puja Kesuma;
Rino Ferdian Surakusumah;
Nursaka Putra
Biomedical and Environmental Health Technology Vol 1 No 1 (2024): Biomedical and Environmental Health Technology (BIOHEALTH)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35328/z7213x20
Penumpukan alat kesehatan yang sudah tidak layak pakai lagi menjadi suatu permasalahan di rumah sakit karena bisa memenuhi ruangan gudang dan jika tidak dihapuskan maka akan terjadi penambahan ruangan untuk alat kesehatan yang sudah rusak serta bisa mengakibatkan pencemaran lingkungan. Penelitian ini untuk studi rekomendasi penghapusan alat kesehatan dengan metode analisi biaya kota pekanbaru di harapkan penelitian ini bisa membantu teknisi dan rumah sakit dalam melakukan penghapusan alat kesehatan, jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan kuantitatif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat 2 jenis kendala dalam penghapusan alat kesehatan di RSUD Arifin Ahmad yaitu kendala dari pihak luar maupun dari dalam. Untuk kendala dari pihak luar seperti KPKNL (kantor pelayanan kekayaan Negara dan lelang), pihak KPKNL dengan sumber daya manusia yang terbatas menjadi kendala dalam hal lelang dikarenakan pihak KPKNL memiliki jadwal yang sangat padat jadi RSUD harus menunggu jadwalnya fungsi dari KPKNL yaitu menetapkan harga alat kesehatan yang akan dilelang, Sedangkan kendala didalam RSUD sulitnya mengurus surat penghapusan ke gubernur serta izin surat dari BPOM, BAPETEN dan sebagainya serta terkendala dalam sumber daya manusia di bagian logistik sebab alat kesehatan yang rusak RSUD sebanyak 1000 lebih sehingga harus membentuk tim yang besar dalam penghapusan alat sebanyak ini, jadi solusinya memperbaiki sistem dari masing-masing pihak dengan menambah sumber daya manusia mengadakan pelatihan keterampilan, memberikan edukasi, mengadakan pembinaan dikarenakan untuk melakukan penghapusan dengan jumlah alat yang sampai ribuan memerlukan tim yang sangat besar dengan konsekuensi menambah biaya pengeluaran dan menggunakan metode lelang atau penjualan ke perusahaan yang akan menguntungkan pihak rumah sakit.
PERBANDINGAN PENGUKURAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA ALAT AUTOMATIC BIOCHEMISTRY ANLYZER KENZA 450 TX DAN GLUCOMETER ON CALL PLUS DI RSUD MANDAU
Nurhisyam;
Nursaka Putra
Biomedical and Environmental Health Technology Vol 1 No 1 (2024): Biomedical and Environmental Health Technology (BIOHEALTH)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35328/z1389g63
Glukosa merupakan sumber energi utama bagi tubuh manusia. Setelah dicerna dari makanan yang mengandung karbohidrat glukosa diserap oleh aliran darah dan dibawa ke seluruh tubuh untuk digunakan sebagai bahan bakar bagi proses metabolisme. Pemeriksaan Glukosa salah satunya dapat diukur menggunakan dua alat yaitu Automatic BioChemistry Analyzer kenza 450 TX & Glukometer On Call Plus, meskipun alat ini di gunakan untuk mengukur kadar glukosa darah akan tetapi pada alat ini juga terdapat beberapa perbedaan jika di lihat dari perinsip kerjanya. sehingga berpengaruh terhadap hasil yang dikeluarkan, seringkali terdapat keraguan dalam menentukan diagnosa pada pasien di karenakan perbedaan hasil prngukuran pada kedua alat ini. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perinsip kerja dan perbedaan hasil pengukuran pada alat Automatic BioChemistry Analyzer kenza 450 TX & Glukometer On Call Plus di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mandau. Desain Penelitian ini yaitu observasional analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan 20 sampel yang diukur dengan menggunakan alat Automatic BioChemistry Analyzer kenza 450 TX & Glukometer On Call Plus dan dilakukan pengulangan sebanyak dua kali (duplo) pada masing-masing alat. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara pemeriksaan dengan kedua alat tersebut.
ANALISIS PERBANDINGAN SISTEM PARAMAGNETIK DAN SISTEM OKSIGEN SENSOR MESIN VENTILATOR
Dody Saputra Barus;
Ramdhani Syahputra;
Adri Yanto
Biomedical and Environmental Health Technology Vol 1 No 1 (2024): Biomedical and Environmental Health Technology (BIOHEALTH)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35328/1v2j3f66
Ventilator merupakan peralatan penting pada unit perawatan intensif. Sensor O2 dalam ventilator juga dapat dihasilkandengan sensor O2 galvanik yang pada dasarnya adalah sel pembangkit listrik kecil yang membutuhkan O2 untukmengaktifkan reaksi kimianya, sedangkan pada sensor paramagnetic menggunakan fakta bahwa O2 memiliki karakteristikparamagnetic yang kuat dari pada gas lainnya. Desain penelitian ini desain eksperimental. Pada penelitian ini disajikan datapenelitian yang telah dilakukan dengan mengukur parameter konsentrasi oksigen pada ventilator dengan sensor galvanikdan ventilator dengan sensor paramagnetic. Pada ventilator dengan sensor galvanik memiliki rata-rata tingkat keakurasiannilai konsentrasi oksigen sebesar 99,00%. Hal ini membuktikan bahwa tingkat keakurasian nilai FiO2 pada ventilatordengan oksigen sensor galvanik memiliki tingkat keakurasian yang masih sesuai dengan standar toleransinya sebesar ±10%.Pada ventilator dengan sensor paramagnetik memiliki rata-rata tingkat keakurasian nilai konsentrasi oksigen sebesar 99,44%.Hal ini membuktikan bahwa tingkat keakurasian nilai konsentrasi oksigen ventilator dengan oksigen sensor paramagnetikmemiliki tingkat keakurasian yang masih sesuai dengan standar yaitu toleransinya sebesar ±10%. Harapan penulis kepadarumah sakit lebih menggunakan ventilator yang menggunakan sistem paragmanetik karena biaya pengeluaran dari rumah sakit lebih irit dan lebih tidak perlu pergantian Oksigen sensor dan pastinya akan menghemat biaya kepada pasien.
ANALISIS TINGKAT KESELAMATAN PERALATAN PROTEKSI RADIASI TERHADAP RADIOGRAPHER PADA RUMAH SAKIT B PEKANBARU
Ahmad Andriza Mustofa;
Nur Hadziqoh;
Nani Lasiyah
Biomedical and Environmental Health Technology Vol 1 No 1 (2024): Biomedical and Environmental Health Technology (BIOHEALTH)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35328/kg555e26
Paparan dari sinar radiasi bersifat akumulatif dan mengakibatkan banyak dampak berbahaya seperti efek stokastik dan non stokastik terhadap pekerja radiasi dan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan penerapan prosedur keselamatan radiasi yang memenuhi persyaratan dari standar peraturan Bapeten No.4 Tahun 2020. Pada peraturan ini, ditetapkan beberapa hal dalam upaya keselamatan radiasi antara lain adalah penggunaan Alat Pelindung Diri seperti Apron, Pelindung Mata dan Tiroid, Pelindung Tangan, serta penggunaan Dosimeter Pasif Personal untuk memonitor dosis yang diterima pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi SOP dari penggunaan Alat pelindung Diri dan Pemantauan Dosis Personal dari pekerja radiasi pada Radiologi Rumah Sakit B. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Komparatif dengan melakukan survey dan observasi langsung dalam melakukan pengambilan data dengan objek yang diamati berupa Alat Pelindung Diri dan Arsip Dosimeter Pasif Personal. Persentase dari kesesuaian penerapan peralatan proteksi radiasi akan diukur dengan menggunakan Checklist yang mengacu pada SOP Bapeten, dan setelah itu dilakukan wawancara sebagai data pendukung dari penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan didapatkan persentase kesesuaian penerapan peralatan proteksi radiasi dengan sebagai berikut : Apron dengan persentase 87,5% dinyatakan memenuhi persyaratan, Pelindung Mata 83% memenuhi persyaratan, Sarung Tangan 37,5% Kurang memenuhi persyaratan, dan Pelindung Tiroid dinyatakan tidak memenuhi persyaratan dikarenakan tidak tersedia pada Rumah Sakit B, serta penerapan dari penggunaan Dosimeter Pasif Personal dengan persentase 100% memenuhi persyaratan.
PERANCANGAN APLIKASI PELAYANAN KEFARMASIAN BERBASIS WEB PADA UPT PUSKESMAS AIA GADANG PASAMAN BARAT MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN PHP DAN DATABASE MYSQL
Masriadi;
Muhammad Ikhlas
Biomedical and Environmental Health Technology Vol 1 No 1 (2024): Biomedical and Environmental Health Technology (BIOHEALTH)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35328/28rk4807
Semakin berkembangnya teknologi maka juga semakin banyak bidang yang ada dan perlu dikembangkan. Salah satunya adalah teknologi informasi. Ini merupakan bidang yang berkaitan erat dengan perkembangan teknologi. Tanpa adanya teknologi informasi mungkin perkembangan yang terjadi tidak semaju ini.Teknologi informasi merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengolah data, memproses, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk memperoleh informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan efisien. Puskesmas sebagai salah satu institusi pelalayanan publik di bagian kesehatan yang melayani masyarakat umum. Dimana pelayanan tersebut akan menghasilkan data yang harus terjaga sehingga dapat menghasilkan informasi yang relevan dan berkualitas saat dibutuhkan. UPT Puskesmas Air Gadang yang berlokasi di Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat yang mengandalkan informasi secara intensif dalam pelayanan Kesehatan, sehingga informasi memainkan peranan vital dalam pengambilan keputusan. Sistem informasi dapat digunakan sebagai sarana strategis untuk memberikan pelayanan yang berorientasi kepada pasien, Dengan dukungan teknologi informasi yang ada, pengolahan data secara manual dapat diganti menggunakan komputer. Selain cepat dan mudah dengan sistem informasi yang telah dibuat pengolahan data menjadi lebih akurat.
APLIKASI PERMINTAAN ALAT-ALAT KESEHATAN PADA RUMAH SAKIT ISLAM IBNU SINA SIMPANG EMPAT BERBASIS WEB
Masriadi;
Muhammad Ikhlas
Biomedical and Environmental Health Technology Vol 1 No 2 (2024): Biomedical and Environmental Health Technology (BIOHEALTH)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35328/ge54qz76
Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Simpang Empat merupakan sebuah rumah sakit swasta yang berada di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Nama rumah sakit ini diambil dari nama Ibnu Sina, seorang ilmuwan kedokteran muslim terkenal di dunia. Rumah sakit ini memberikan pelayanan kepada masyakarat sesuai dengan ajaran islam serta menurut ketentuan dan perundang undangan tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan. Dalam operasionalnya setiap hari rumah sakit ini memiliki jumlah pasien yang cukup banyak, dan memiliki poliklinik yang lengkap dan juga melayani rawat inap dan rawat jalan, oleh karna itu tentunya rumah sakit ini pasti membutuhkan alat-alat kesehatan dan perlengkapan administrasi untuk kegiatan operasionalnya. Pada saat ini masing-masing divisi dari rumah sakit ini masih kesulitan dalam melakukan permintaan alat-alat kesehatan dan perlengkapan administrasi ke bagian gudang karna belum adanya sistem yang terkomputerisasi, proses permintaan barang masih dilakukan secara manual dan pecatatan dikertas saat permintaan. Oleh sebab itu saya mencoba membantu untuk membangun sebuah aplikasi berbasis web untuk mengatasi masalah yang ada pada Rumah Sakit Islam Simpang Empat.
SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA SIMPAN PINJAM PADA KOPERASI PEGAWAI NEGERI RRI PADANG
Muhamad Yusuf;
Sophan Sophian;
Yogi Pratama;
Adri Yanto;
Ramdhani Syahputra
Biomedical and Environmental Health Technology Vol 1 No 2 (2024): Biomedical and Environmental Health Technology (BIOHEALTH)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35328/053cyt21
Kantor RRI Padang merupakan lembaga yang bergerak di bidang koperasi simpan pinjaman, tujuannya adalah untuk mensejahterakan para anggota untuk melakukan pinjaman di koperasi pegawai negeri RRI Padang, dalam melakukan proses data angota koperasi masih belum optimal dan belum menggunakan program aplikasi khusus terutama aplikasi visual basic 2010. Salah satu permasalahan yang dihadapi adalah proses pembuatan laporan yang membutuhkan waktu sehingga laporan data anggota koperasi simpan pinjam pada kantor RRI Padang kurang optimal. maka dibuatlah metode baru dalam pelaksanaan sistem informasi pengolahan data simpan pinjam pada koperasi pegawai negeri RRI Padang untuk meminimalkan kesalahan dalam pembuatan laporan-laporan yang berkenaan dengan koperasi simpan pinjam yakni dengan metode komputerisasi menggunakan aplikasi khusus sebagai alat bantu pengolahan data. Dari penelitian yang penulis lakukan di harapkan dapat mempermudah Kepala Pimpinan maupun bendahara untuk mengambil keputusan dalam melakukan penerapan sistem informasi pengolahan data simpan pinjam pada koperasi pegawai negeri RRI Padang. Dan dengan menerapkan bahasa pemrograman visual basic 2010 dan MySQL akan mempermudah mengatur data anggota koperasi menjadi lebih cepat, tepat dan efektif serta mempermudah kinerja bendahara dalam proses pencarian, pengeditan, dan penghapusan dataserta keamanan dan keakuratan data lebih terjamin.
RANCANG BANGUN ALAT BLANKET WARMER PADA PASIEN HIPOTERMIA BERBASIS INTERNET OF MEDICAL THING
Rizki Ramadhani
Biomedical and Environmental Health Technology Vol 1 No 2 (2024): Biomedical and Environmental Health Technology (BIOHEALTH)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35328/hfz0cj10
This research aims to design and build a blanket warmer device that can be used for patients suffering from hypothermia, with the integration of Internet of Medical Things (IoMT) technology. Hypothermia is a serious medical condition that can be life-threatening if not addressed quickly and appropriately. The device designed in this study is expected to provide an effective solution to the problem of hypothermia by utilizing the latest technology. The method used in this research is the prototyping method, which allows for system development through the creation of a physical model as an initial version. The research process includes data collection, literature study, and system design that encompasses block diagrams and flowcharts. The result of this research is a blanket warmer device that can automatically monitor and regulate temperature, as well as connect with other devices via IoMT, thereby facilitating medical personnel in monitoring patient conditions. It is hoped that this device can improve the quality of patient care and provide a positive contribution to the field of health.
ANALISIS PENERAPAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PADA ALAT AUTOCLAVE DENGAN MENGGUNAKAN STEAM GENERATOR
Ahmad Dzakwani Wahid;
Albirruni Siregar
Biomedical and Environmental Health Technology Vol 1 No 2 (2024): Biomedical and Environmental Health Technology (BIOHEALTH)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35328/es1mqe19
Autoclave merupakan alat sterilisasi pra-vakum yang dirancang untuk mencakup bidang yang luas aplikasi untuk rumah sakit dan pusat kesehatan serta farmasi dan industry bioteknologi. Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk sterilisasi alat Kesehatan menggunakan Autoclave dengan steam generator di rumah sakit memiliki tujuan utama untuk memastikan bahwa proses sterilisasi dilakukan dengan benar, konsisten, dan aman. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tentang penerapan SOP pada alat autoclave dengan menggunakan steam generator di Rumah Sakit Santa Maria Pekanbaru dengan menggunakan metode pendekatan observasional kualitatif deksriptif dengan melakukan check-list. Sampel dalam penelitian ini adalah informan yang dipilih peneliti dengan memiliki informasi objek penelitian. Analisis data dilakukan dengan penarikan kesimpulan berdasarkan hasil observasi, wawancara dan check-list. Dari hasil analisis penerapan SOP pada alat autoclave dengan steam generator di Rumah Sakit Santa Maria Pekanbaru telah berjalan sesuai dengan pedoman yang ditetapkan. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan SOP yang konsisten pada alat autoclave, kepatuhan staff terhadap SOP, dan mitigasi risiko telah diminimalisir dengan penerapan SOP yang berjalan di Rumah Sakit Santa Maria Pekanbaru. Disarankan Rumah Sakit Santa Maria terus mempertahankan dan meningkatkan penerapan SOP di unit CSSD. Diharapkan juga untuk rutin melakukan audit dan evaluasi terhadap prosedur yang ada guna memastikan keberlanjutan praktik terbaik dalam sterilisasi alat medis