Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

BERAT BADAN LAHIR RENDAH DAN PANJANG BADAN LAHIR RENDAH SEBAGAI FAKTOR RISIKO STUNTING ANAK

Emilda Emilda (Bagian Ilmu Kesehatan Anak, Universitas Tarumanagara)
Sella Dwi Julian (Unknown)
Rudi Rudi (Unknown)
Sheryn Pujiono (Unknown)
Trisha Samara (Unknown)
Aretha Sarah Aribowo (Unknown)
Pramadio Mahaputera (Unknown)
Luthfi Handayanti (Unknown)



Article Info

Publish Date
22 Jan 2026

Abstract

Latar belakang. 1 di antara 3 anak Indonesia tercatat mengalami stunting. Stunting adalah masalah nutrisi kronik dengan ciri perawakan pendek. Selain menyebabkan dampak jangka pendek seperti gangguan daya tahan tubuh, penurunan fungsi kognitif, dan gangguan perkembangan, stunting juga meningkatkan risiko penyakit degeneratif di kemudian hari. Identifikasi faktor risiko penting untuk dilakukan sebagai dasar upaya pencegahannya. Tujuan. Mengidentifikasi faktor risiko stunting pada anak di RSUD Ciawi. Metode. Subyek studi potong-lintang analitik ini adalah pasien anak rawat inap. Data diambil melalui anamnesis, pengukuran antropometri, dan pemeriksaan hemoglobin. Tiga belas faktor risiko dianalisis menggunakan metode uji bivariat dan multivariat. Hasil. Sebanyak 88 anak termasuk ke dalam penelitian. Prevalensi stunting didapatkan 30%. Faktor risiko yang dianalisis adalah jenis kelamin laki-laki (OR 0,53; 95%CI 0,21-1,34), kelahiran sectio caesaria (OR 0,83; 95%CI 0,38-3,39; P=0,826), prematuritas (OR 1,49; 95%CI 0,33-6,74; P=0,605), berat badan lahir rendah (OR 9,00; 95%CI 1,68-48,21; P=0,003), panjang badan lahir rendah (OR 6,03; 95%CI 1,78-20,44; P=0,002), status imunisasi tidak lengkap (OR 1,36; 95%CI 0,54-3,42; P=0,517), ASI non-eksklusif (OR 1,25; 95%CI 0,41-3,79; P=0,693), pemberian susu formula (OR 0,89; 95%CI 0,40-2,88; P=0,891), skor KPSP tidak sesuai (OR 3,58; 95%CI 0,74-17,27; P=0,095), anemia (OR 2,91; 95%CI 1,13-7,49; P=0,024), pendidikan ayah rendah (OR 1,73; 95%CI 4,35-0,69; P=0,244), pendidikan ibu rendah (OR 1,32; 95%CI 0,52-3,36; P=0,563), dan penghasilan orang tua rendah (OR 1,82; 95%CI 0,67-4,95; P=0,241). Kesimpulan. berat badan lahir rendah dan panjang badan lahir rendah adalah faktor-faktor risiko stunting pada anak di RSUD Ciawi. Kata Kunci: stunting; berat badan lahir rendah; panjang badan lahir rendah; anemia

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jmistki

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Computer Science & IT

Description

Jurnal ini memuat artikel ilmiah dalam bidang Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Setiap artikel yang dimuat telah melalui proses review. Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi ...