Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BERAT BADAN LAHIR RENDAH DAN PANJANG BADAN LAHIR RENDAH SEBAGAI FAKTOR RISIKO STUNTING ANAK Emilda Emilda; Sella Dwi Julian; Rudi Rudi; Sheryn Pujiono; Trisha Samara; Aretha Sarah Aribowo; Pramadio Mahaputera; Luthfi Handayanti
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/f4s34e69

Abstract

Latar belakang. 1 di antara 3 anak Indonesia tercatat mengalami stunting. Stunting adalah masalah nutrisi kronik dengan ciri perawakan pendek. Selain menyebabkan dampak jangka pendek seperti gangguan daya tahan tubuh, penurunan fungsi kognitif, dan gangguan perkembangan, stunting juga meningkatkan risiko penyakit degeneratif di kemudian hari. Identifikasi faktor risiko penting untuk dilakukan sebagai dasar upaya pencegahannya. Tujuan. Mengidentifikasi faktor risiko stunting pada anak di RSUD Ciawi. Metode. Subyek studi potong-lintang analitik ini adalah pasien anak rawat inap. Data diambil melalui anamnesis, pengukuran antropometri, dan pemeriksaan hemoglobin. Tiga belas faktor risiko dianalisis menggunakan metode uji bivariat dan multivariat. Hasil. Sebanyak 88 anak termasuk ke dalam penelitian. Prevalensi stunting didapatkan 30%. Faktor risiko yang dianalisis adalah jenis kelamin laki-laki (OR 0,53; 95%CI 0,21-1,34), kelahiran sectio caesaria (OR 0,83; 95%CI 0,38-3,39; P=0,826), prematuritas (OR 1,49; 95%CI 0,33-6,74; P=0,605), berat badan lahir rendah (OR 9,00; 95%CI 1,68-48,21; P=0,003), panjang badan lahir rendah (OR 6,03; 95%CI 1,78-20,44; P=0,002), status imunisasi tidak lengkap (OR 1,36; 95%CI 0,54-3,42; P=0,517), ASI non-eksklusif (OR 1,25; 95%CI 0,41-3,79; P=0,693), pemberian susu formula (OR 0,89; 95%CI 0,40-2,88; P=0,891), skor KPSP tidak sesuai (OR 3,58; 95%CI 0,74-17,27; P=0,095), anemia (OR 2,91; 95%CI 1,13-7,49; P=0,024), pendidikan ayah rendah (OR 1,73; 95%CI 4,35-0,69; P=0,244), pendidikan ibu rendah (OR 1,32; 95%CI 0,52-3,36; P=0,563), dan penghasilan orang tua rendah (OR 1,82; 95%CI 0,67-4,95; P=0,241). Kesimpulan. berat badan lahir rendah dan panjang badan lahir rendah adalah faktor-faktor risiko stunting pada anak di RSUD Ciawi. Kata Kunci: stunting; berat badan lahir rendah; panjang badan lahir rendah; anemia