Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model transformasi intelektual Muslim berbasis berpikir profetik sebagai solusi menghadapi tantangan era digital yang berkembang pesat, dengan menekankan keseimbangan antara pengetahuan akademik, spiritualitas, dan moralitas. Penelitian ini menggunakan Ilmu Sosial Profetik yang digagas oleh Kuntowijoyo, yang menekankan tiga nilai inti: transendensi, humanisasi, dan liberasi sebagai dasar dalam memahami dan mengatasi masalah social. Literatur menunjukkan bahwa banyak intelektual Muslim yang terjebak dalam pola pikir materialistik dan rasional, sehingga nilai-nilai keagamaan mulai terpinggirkan. Berpikir profetik menawarkan alternatif dengan mengintegrasikan wahyu dan nilai moral dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi pustaka, menganalisis berbagai sumber terkait berpikir profetik dan digitalisasi pendidikan Islam. Berpikir profetik mampu membentuk intelektual Muslim yang kritis, inovatif, berakhlak, serta mampu memanfaatkan teknologi secara etis dan produktif. Hasil penelitian ini penting untuk mengarahkan pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan digital, dengan mengintegrasikan nilai-nilai profetik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini memberikan perspektif baru dalam menggabungkan nilai-nilai Islam dengan perkembangan teknologi untuk membentuk intelektual Muslim yang beretika.
Copyrights © 2025