Pemaknaan sederhana istilah literasi mengungkap keberadaan budaya literasi (membaca menulis) telah lama ada di bangsa ini. Hal tersebut berarti Indonesia memiliki akar kuat berkaitan dengan budaya literasi. Realita saat ini justru menunjukkan rendahnya literasi Indonesia, dibuktikan melalui beberapa pengujian atau survei. Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut, di antaranya adanya GLS dan USAID PRIORITAS. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggambarkan subjek tentang situasi dan data yang diperoleh selama pengamatan dan pertanyaan untuk memberikan informasi yang berguna dan mudah dipahami oleh pembaca, dengan meliputi wawancara, dokumentasi, observasi dan literatur lainnya. Upaya tersebut menunjukkan hasil positif dengan meningkatnya skor dan peringakat literasi Indonesia. Banyak pihak bertanggung jawab terkait fenomena literasi ini, tetapi pilar utama sebagai panutan dan inspirator adalah para cendekiawan. Mereka harus berkomitmen penuh untuk melakukan perombakan kultur yang semakin memudar, dengan menduniakan buku di kehidupan masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bagaimana literasi sejarah di era abad 21 dilaksanakan dengan baik dan berjalan dengan baik, tetapi ada banyak masalah dan kekurangan dalam pemahaman literasi terutam budaya literasi. Dengan pemahaman literasi sejarah ini agar dapat memahami aspek yang mendalam untuk memperoleh ketercapaian dalam literasi sejarah baik dengan tingkat pemahaman sejarah yang lebih kompleks dan dinamis.
Copyrights © 2025