Wabah virus corona telah mengubah cara belajar mengajar, khususnya di Indonesia. Proses belajar mengajar yang berlangsung secara tatap muka menjadi proses online. Penting bagi pendidik dan peserta didik untuk bersiap dalam pelaksanaannya. Untuk memastikan pendidikan dan pembelajaran terus berlanjut, guru harus memperbarui kebijakan online mereka. Hal ini menambah tanggung jawab dan kesulitan tambahan, khususnya bagi pendidik yang baru mengenal pembelajaran online. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah pengajaran online menambah beban fisik, psikologis, dan finansial yang ditanggung guru. Kuesioner online berfungsi sebagai instrumen dan metodologinya bersifat kuantitatif. Tiga puluh guru SMK swasta di Jakarta Barat dijadikan sebagai sampel penelitian. Hal ini terbukti dari bukti bahwa penggunaan pembelajaran online memberikan lebih banyak tekanan finansial, mental, dan fisik pada pendidik dibandingkan pada mereka.
Copyrights © 2023