Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pembelajaran Online dan Beban Mengajar Guru Nurohmat
VISIONER : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif Vol. 10 No. 2 (2023): Visioner : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif
Publisher : Institut Media Digital Emtek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65873/794ja586

Abstract

Wabah virus corona telah mengubah cara belajar mengajar, khususnya di Indonesia. Proses belajar mengajar yang berlangsung secara tatap muka menjadi proses online. Penting bagi pendidik dan peserta didik untuk bersiap dalam pelaksanaannya. Untuk memastikan pendidikan dan pembelajaran terus berlanjut, guru harus memperbarui kebijakan online mereka. Hal ini menambah tanggung jawab dan kesulitan tambahan, khususnya bagi pendidik yang baru mengenal pembelajaran online. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah pengajaran online menambah beban fisik, psikologis, dan finansial yang ditanggung guru. Kuesioner online berfungsi sebagai instrumen dan metodologinya bersifat kuantitatif. Tiga puluh guru SMK swasta di Jakarta Barat dijadikan sebagai sampel penelitian. Hal ini terbukti dari bukti bahwa penggunaan pembelajaran online memberikan lebih banyak tekanan finansial, mental, dan fisik pada pendidik dibandingkan pada mereka.
Daya Tarik Televisi di Era Digital : Strategi Ibu Rumah Tangga Memilih Konten Hiburan dan Informasi (Tinjauan Survei AC Nielsen & Perubahan Pola Konsumsi Media) Nurohmat
VISIONER : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif Vol. 12 No. 1 (2025): Visioner : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif
Publisher : Institut Media Digital Emtek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65873/6kyw8f40

Abstract

Di tengah pesatnya perkembangan platform digital, televisi ternyata masih menjadi media utama bagi ibu rumah tangga di Indonesia dalam mengakses hiburan dan informasi. Artikel ini menganalisis daya tarik televisi di era digital dengan mengeksplorasi strategi pemilihan konten oleh ibu rumah tangga serta perubahan pola konsumsi media mereka. Melalui kajian pustaka dan data survei AC Nielsen Indonesia, penelitian ini mengungkap faktorfaktor yang memengaruhi loyalitas penonton televisi, seperti kemudahan akses, relevansi konten, dan kebiasaan keluarga. Temuan menunjukkan bahwa meskipun platform digital semakin populer, televisi tetap dipilih karena sifatnya yang real-time, family-friendly, dan didukung iklan yang sesuai kebutuhan domestik. Artikel ini juga membahas implikasi bagi industri media dalam menyusun strategi konten yang berkelanjutan bagi segmen ibu rumah tangga.
Televisi di Mata Generasi Z : Pola Konsumsi, Makna, Dan Relevansinya di Era Digital Nurohmat; Rewindinar -; Dian Subagio
CARAKA : Indonesia Journal of Communication Vol. 7 No. 1 (2026): CARAKA : Indonesia Journal of Communication
Publisher : Indonesian Scientific Journal (Jurnal Ilmiah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/caraka.v7i1.272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Generasi Z memaknai dan mengonsumsi televisi di tengah perkembangan pesat media digital. Dominasi platform berbasis internet sering memunculkan anggapan bahwa televisi kehilangan relevansinya, khususnya di kalangan generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-interpretatif untuk menggali pengalaman dan persepsi Generasi Z terhadap konsumsi televisi. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 12 informan berusia 18-25 tahun dan observasi terbatas di lingkungan keluarga, sementara data sekunder dari laporan AC Nielsen Q1 2025 digunakan sebagai pendukung empiris untuk memperkuat analisis. Temuan utama mengonfirmasi adanya adaptasi, bukan abandonasi. Televisi bertransformasi menjadi media sekunder yang fungsinya bergeser dari hiburan personal menjadi hiburan kolektif dan sumber informasi kredibel. Preferensi konten (berita, olahraga langsung, ajang hiburan), kebiasaan menonton keluarga, dan aksesibilitas fisik menjadi determinan utama konsumsi televisi. Studi ini juga mengidentifikasi perilaku multi-screening sebagai bentuk partisipasi aktif audiens, bukan distraksi. Studi ini mengonfirmasi bahwa konvergensi media tidak membunuh televisi, melainkan menciptakan ekosistem multi-layar di mana televisi dan digital saling melengkapi, terutama dalam konteks keluarga urban Indonesia. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis bagi kajian komunikasi massa, khususnya dalam memahami dinamika konsumsi media di kalangan Generasi Z di Indonesia dan menantang asumsi substitusi linier dalam teori difusi inovasi.
Digital Natives di Era Konvergensi: Analisis Pola dan Motivasi Menonton Televisi Linear Generasi Z Indonesia Berbasis Data Nielsen Audience Measurement Nurohmat
VISIONER : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif Vol. 13 No. 1 (2026): Visioner : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif
Publisher : Institut Media Digital Emtek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65873/bahdpz83

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola konsumsi dan motivasi Generasi Z (Gen Z) di Indonesia dalam menonton televisi linear di era konvergensi digital, dengan menggunakan data Nielsen Audience Measurement (NAM). Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran (mixed-methods) dengan desain sekuensial eksplanatoris. Data kuantitatif dari Nielsen NAM (2023) dianalisis secara deskriptif, sementara data kualitatif dikumpulkan melalui Diskusi Kelompok Terarah (FGD) dengan 24 responden Gen Z (usia 18-24 tahun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penontonan TV Gen Z terkonsentrasi pada waktu utama (prime time, 19.00-22.00 WIB) dengan rating rata-rata 4,2, didominasi oleh genre hiburan (variety show, kompetisi realitas) dan olahraga sebagai tontonan yang ditunggu (appointment viewing). Durasi menonton rata-rata adalah 78 menit per hari, mengindikasikan perilaku snacking konten. Empat motivasi utama teridentifikasi: motif sosial-ritual (menonton bersama keluarga), keseruan momen (eventfulness - mengalami acara langsung), kemudahan (effortlessness - menghindari kelelahan memutuskan), dan latar audio-visual. Temuan menunjukkan bahwa TV linear telah mengalami refungsionalisasi bagi Gen Z -- dari sumber informasi utama menjadi media pelengkap untuk kebutuhan sosial dan situasional yang spesifik. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori Uses and Gratifications di era konvergensi dan memberikan wawasan praktis bagi industri penyiaran.