Konten kearifan lokal sangat penting dalam Kurikulum Merdeka karena membantu siswa memahami identitas mereka dan menolak pengaruh budaya luar yang negatif. Tujuannya adalah untuk meningkatkan literasi budaya dan kewargaan di sekolah dasar, dengan berfokus pada fondasi budaya berbasis kelas dan berbasis sekolah. Program pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan pendekatan problem-based learning di Gugus R.E. Martadinata, Desa Mekawaru, Indramayu, Jawa Barat, pada April hingga Mei 2025, dengan melibatkan 25 guru dari enam sekolah dasar. Hasilnya menunjukkan peningkatan literasi budaya dan kewargaan: budaya berbasis kelas mencapai 85% dan budaya berbasis sekolah mencapai 79%. Secara spesifik, kesadaran guru dan tenaga kependidikan mencapai 88%, penerapan di kelas 88%, dan produk budaya sekolah 78%. Sementara itu, capaian berbasis sekolah meliputi 82% dalam pembuatan bahan bacaan budaya, 79% pada kegiatan berbasis budaya, dan 77% pada pengembangan nilai kewargaan. Kesimpulannya, buku cerita berbasis kearifan lokal Sunda efektif dalam meningkatkan literasi budaya dan kewargaan serta menanamkan nilai dan karakter budaya pada siswa sekolah dasar
Copyrights © 2025