Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam kesulitan membaca permulaan yang dialami seorang siswa kelas II di SD Negeri 03 Leumbur Sawah serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami hambatan yang cukup berat, mulai dari ketidakmampuan mengenal huruf, belum memahami hubungan huruf dan bunyi, hingga kesulitan dalam menggabungkan huruf menjadi suku kata maupun kata sederhana. Siswa tampak kebingungan ketika diminta membacakan huruf atau suku kata dan belum mampu membedakan huruf-huruf yang memiliki bentuk serupa. Hambatan kognitif ini diperparah oleh kondisi emosional yang tidak stabil, ditandai dengan rasa takut, cemas, dan sering menangis saat kegiatan membaca sehingga proses pembelajaran sering terhenti. Faktor eksternal seperti jarang hadir di sekolah dan minimnya pendampingan membaca di rumah turut memberikan kontribusi besar terhadap lambatnya perkembangan kemampuan membaca permulaan. Ketidakhadiran yang cukup sering membuat siswa kehilangan kesempatan mendapatkan latihan membaca yang seharusnya berlangsung berulang dan terstruktur. Meskipun guru telah melakukan berbagai upaya seperti bimbingan individual, penggunaan kartu huruf, pengulangan materi, serta menciptakan suasana belajar yang menenangkan, perkembangan siswa tetap lambat karena hambatan berasal dari aspek kognitif, emosional, dan lingkungan secara bersamaan. Temuan ini menegaskan perlunya pendekatan intervensi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan melalui kolaborasi antara guru, orang tua, dan pihak sekolah agar siswa dapat berkembang sesuai tahap kemampuan literasi dasarnya.
Copyrights © 2025