Penelitian ini mengeksplorasi gaya mengajar guru Generasi Z dalam mengembangkan kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas rendah sekolah dasar. Rendahnya pencapaian literasi di Indonesia, sebagaimana ditunjukkan dalam asesmen nasional dan studi internasional, menegaskan perlunya pendekatan pembelajaran yang inovatif, khususnya dalam pengajaran membaca tingkat pemula. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana seorang guru Gen Z menerapkan gaya mengajarnya dalam memfasilitasi permulaan membaca dan untuk mengidentifikasi tantangan yang muncul selama proses pembelajaran. Penelitian deskriptif kualitatif ini dilakukan di SDN 2 Mangkalaya dengan satu guru kelas I sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi pembelajaran, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Gen Z menerapkan gaya mengajar yang kreatif, interaktif, dan adaptif dengan mengintegrasikan media digital—seperti Smart TV, flashcard digital, dan video edukatif—bersama metode konvensional seperti kartu huruf, lagu fonik, membaca kelompok, dan permainan kata. Guru membangun suasana kelas yang suportif dan menyenangkan melalui penguatan positif dan aktivitas pembelajaran yang menyenangkan. Tantangan yang diidentifikasi meliputi variasi kemampuan membaca siswa, gangguan digital, dan berkurangnya fokus akibat kebiasaan bermain gawai di rumah. Guru mengatasi tantangan tersebut melalui bimbingan individu, penyesuaian pembelajaran yang fleksibel, dan strategi yang berpusat pada siswa. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa guru Generasi Z memiliki potensi yang kuat dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan melalui kombinasi teknologi, kreativitas, dan pendekatan humanistik di kelas