Barkah
Universitas Nusa Putra

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A EKSPLORASI GAYA MENGAJAR GURU GEN Z DALAM MENGEMBANGKAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS RENDAH Siti nabila; Barkah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36361

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi gaya mengajar guru Generasi Z dalam mengembangkan kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas rendah sekolah dasar. Rendahnya pencapaian literasi di Indonesia, sebagaimana ditunjukkan dalam asesmen nasional dan studi internasional, menegaskan perlunya pendekatan pembelajaran yang inovatif, khususnya dalam pengajaran membaca tingkat pemula. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana seorang guru Gen Z menerapkan gaya mengajarnya dalam memfasilitasi permulaan membaca dan untuk mengidentifikasi tantangan yang muncul selama proses pembelajaran. Penelitian deskriptif kualitatif ini dilakukan di SDN 2 Mangkalaya dengan satu guru kelas I sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi pembelajaran, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Gen Z menerapkan gaya mengajar yang kreatif, interaktif, dan adaptif dengan mengintegrasikan media digital—seperti Smart TV, flashcard digital, dan video edukatif—bersama metode konvensional seperti kartu huruf, lagu fonik, membaca kelompok, dan permainan kata. Guru membangun suasana kelas yang suportif dan menyenangkan melalui penguatan positif dan aktivitas pembelajaran yang menyenangkan. Tantangan yang diidentifikasi meliputi variasi kemampuan membaca siswa, gangguan digital, dan berkurangnya fokus akibat kebiasaan bermain gawai di rumah. Guru mengatasi tantangan tersebut melalui bimbingan individu, penyesuaian pembelajaran yang fleksibel, dan strategi yang berpusat pada siswa. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa guru Generasi Z memiliki potensi yang kuat dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan melalui kombinasi teknologi, kreativitas, dan pendekatan humanistik di kelas
A ANALISIS KESULITAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR Femila Puja Sanjaya; Barkah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam kesulitan membaca permulaan yang dialami seorang siswa kelas II di SD Negeri 03 Leumbur Sawah serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami hambatan yang cukup berat, mulai dari ketidakmampuan mengenal huruf, belum memahami hubungan huruf dan bunyi, hingga kesulitan dalam menggabungkan huruf menjadi suku kata maupun kata sederhana. Siswa tampak kebingungan ketika diminta membacakan huruf atau suku kata dan belum mampu membedakan huruf-huruf yang memiliki bentuk serupa. Hambatan kognitif ini diperparah oleh kondisi emosional yang tidak stabil, ditandai dengan rasa takut, cemas, dan sering menangis saat kegiatan membaca sehingga proses pembelajaran sering terhenti. Faktor eksternal seperti jarang hadir di sekolah dan minimnya pendampingan membaca di rumah turut memberikan kontribusi besar terhadap lambatnya perkembangan kemampuan membaca permulaan. Ketidakhadiran yang cukup sering membuat siswa kehilangan kesempatan mendapatkan latihan membaca yang seharusnya berlangsung berulang dan terstruktur. Meskipun guru telah melakukan berbagai upaya seperti bimbingan individual, penggunaan kartu huruf, pengulangan materi, serta menciptakan suasana belajar yang menenangkan, perkembangan siswa tetap lambat karena hambatan berasal dari aspek kognitif, emosional, dan lingkungan secara bersamaan. Temuan ini menegaskan perlunya pendekatan intervensi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan melalui kolaborasi antara guru, orang tua, dan pihak sekolah agar siswa dapat berkembang sesuai tahap kemampuan literasi dasarnya.