Penelitian ini menganalisis kekuatan dan kelemahan guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 11 Samarinda dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi dengan melibatkan guru, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan kepala sekolah yang ditentukan melalui purposive dan snowball sampling. Analisis data menggunakan Model Miles dan Huberman serta diperdalam melalui analisis SWOT untuk memetakan kondisi internal secara objektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki pemahaman yang baik terhadap komponen utama Kurikulum Merdeka seperti diferensiasi, modul ajar, dan asesmen formatif. Guru juga memperoleh dukungan melalui kolaborasi MGMP dan komunitas belajar sekolah serta kepemimpinan yang mendukung. Pemahaman guru yang belum merata, pemanfaatan teknologi yang terbatas serta pelaksanaan kokurikuler yang belum konsisten menjadi kendala dalam pengimpelmentasian kurikulum merdeka. Keterbatasan sarana digital serta beban administrasi turut menjadi hambatan dalam pelaksanaan kurikulum. Penelitian menyimpulkan bahwa kompetensi guru berada pada tingkat cukup hingga baik, namun memerlukan pengembangan profesional berkelanjutan khususnya dalam penguasaan teknologi, pengembangan modul, serta penerapan pembelajaran berbasis proyek.
Copyrights © 2025