Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan outdoor learning dalam pembelajaran IPA serta kontribusinya terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan campuran dengan model sekuensial eksplanatori yang memadukan analisis kuantitatif dan kualitatif secara berurutan. Data kuantitatif dikumpulkan melalui pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan hasil belajar IPA, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui observasi aktivitas siswa dan wawancara dengan guru serta siswa untuk memahami proses perkembangan kemampuan berpikir kritis selama kegiatan luar ruangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 67 menjadi 80 setelah penerapan outdoor learning. Siswa tampak lebih antusias, aktif, dan menunjukkan kemampuan observasi, interpretasi, dan analisis yang lebih baik terhadap fenomena ilmiah di lapangan. Data observasi menunjukkan perkembangan yang jelas pada aspek berpikir kritis, sementara wawancara mengonfirmasi bahwa pembelajaran luar ruangan membuat konsep IPA lebih mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Temuan ini menegaskan bahwa outdoor learning berperan penting dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui pengalaman belajar autentik dan kontekstual. Penelitian ini mengimplikasikan perlunya guru mengintegrasikan aktivitas luar ruangan sebagai bagian dari strategi pembelajaran IPA yang mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Copyrights © 2025