Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SD INPRES KASSI-KASSI KOTA MAKASSAR Hamna; Muh. Khaerul Ummah BK
Jurnal Genta Mulia Vol. 12 No. 1 (2021): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/gm.v12i1.186

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengatahui pengaruh pelaksanaan model kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar matematika siswa yang dianalisis dengan menggunakan pendekatan kuantitatif quasi experimental design dengan model desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi yang diamati dalam penelitian ini berjumlah 57 orang siswa yang diambil dari kelas VA dan VB SD Inpres Kassi-Kassi Kota Makassar. Sedangkan, sampelnya berjumlah 50 orang siswa yang ditetapkan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam pembelajaran matematika siswa kelas V SD Inpres Kassi-Kassi Kota Makassar dilaksanakan melalui sembilan tahapan pembelajaran dan terlaksana dengan baik sebab dalam prosesnya terjadi peningkatan proses pembelajaran secara berkelanjutan pada pertemuan I sampai pada pertemuan IV; 2) Hasil belajar matematika siswa sebelum diajar melalui pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw maupun yang belum diajar dengan cara pembelajaran lainnya masing-masing mencapai kualifikasi penilaian yang tidak memuaskan. Sementara hasil belajar siswa setelah diajar melalui pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw mengalami peningkatan hasil belajar dengan kualifikasi sangat memuaskan. Begitupula hasil belajar matematika siswa setelah diajar dengan cara pembelajaran lainnya juga mengalami peningkatan hasil belajar, namun peningkatan hasil belajarnya berada pada kualifikasi kurang memuaskan; 3) Pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Inpres KassiKassi Kota Makassar
EFEKTIVITAS BIMBINGAN BELAJAR DALAM MENINGKATKAN SEMANGAT BELAJAR SISWA DI SDN LUOK MANIPI Dini; Hamna; Moh Rudini
Makapande Mengabdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2001/makapande.v1i1.1279

Abstract

The purpose of this study is to analyze the extent to which tutoring can have a positive impact on increasing students' enthusiasm for learning. This research is motivated by the condition of some students who lack enthusiasm in learning due to difficulty understanding the material, weak internal motivation, and irregular study habits. The research method used is qualitative with a descriptive approach. The research subjects consisted of students who participated in the tutoring program. Data were collected through observation and interview techniques. The results of the study indicate that tutoring contributes significantly to fostering enthusiasm for learning, which is characterized by increased student engagement, learning motivation, discipline, self-confidence, and academic results. Therefore, tutoring can be considered an effective strategy for improving the quality of learning.
PERAN OUTDOOR LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN IPA Hamna; Muh. Khaerul Ummah BK; Marshanda Intan Handayani; Saskia Amalia; Adrizkal
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36532

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan outdoor learning dalam pembelajaran IPA serta kontribusinya terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan campuran dengan model sekuensial eksplanatori yang memadukan analisis kuantitatif dan kualitatif secara berurutan. Data kuantitatif dikumpulkan melalui pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan hasil belajar IPA, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui observasi aktivitas siswa dan wawancara dengan guru serta siswa untuk memahami proses perkembangan kemampuan berpikir kritis selama kegiatan luar ruangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 67 menjadi 80 setelah penerapan outdoor learning. Siswa tampak lebih antusias, aktif, dan menunjukkan kemampuan observasi, interpretasi, dan analisis yang lebih baik terhadap fenomena ilmiah di lapangan. Data observasi menunjukkan perkembangan yang jelas pada aspek berpikir kritis, sementara wawancara mengonfirmasi bahwa pembelajaran luar ruangan membuat konsep IPA lebih mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Temuan ini menegaskan bahwa outdoor learning berperan penting dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui pengalaman belajar autentik dan kontekstual. Penelitian ini mengimplikasikan perlunya guru mengintegrasikan aktivitas luar ruangan sebagai bagian dari strategi pembelajaran IPA yang mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Peran Strategis Bahasa Indonesia dalam Membangun Identitas Budaya dan Masyarakat Berdaya Saing Hamna; Muh. Khaerul Ummah BK; Arwin F. Pontoh; Rosita Sinyor; Khaulah; Moh. Febrianto Rusdin
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 1 No. 2 (2024): Mei-Agustus "The Role of Social Solidarity in Building Harmony in Multicultural
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/abtbar05

Abstract

PKM ini bertujuan untuk menyelidiki peran penting Bahasa Indonesia dalam mengembangkan identitas budaya dan masyarakat yang memiliki daya saing di era globalisasi. Melalui penelitian kualitatif dan analisis literatur, kami mengeksplorasi bagaimana penggunaan Bahasa Indonesia sebagai alat untuk memperkuat identitas budaya  lokal  sambil  tetap  relevan  dalam  konteks  global.  Kami juga menyoroti upaya-upaya untuk meningkatkan pemahaman dan penguasaan Bahasa Indonesia di kalangan masyarakat, serta implikasi positifnya terhadap keterampilan berkomunikasi, penguatan identitas budaya, dan peningkatan daya saing masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Hasil dari PKM ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam mempromosikan Bahasa Indonesia sebagai salah satu aset penting dalam membangun identitas budaya dan masyarakat yang kompetitif di tingkat global.
Eksplorasi Nilai Budaya Gaukan Bantilan Sebagai Sumber Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar: Penelitian Hamna; Muh. Khaerul Ummah BK; Mas’adi; Nurul Hidayah; Justiya Saputri; sukma
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai budaya dalam tradisi Gaukan Bantilan serta menganalisis relevansinya sebagai sumber pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada peserta didik kelas V di SDN 2 Tolitoli. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi sederhana dan historis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Informan penelitian terdiri atas tokoh adat, pihak Dinas Sosial, tokoh masyarakat, serta guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Gaukan Bantilan mengandung berbagai nilai sosial dan budaya seperti gotong royong, kepedulian sosial, solidaritas, budaya berbagi, toleransi, kesopanan (tabe-tabe), serta prinsip Morikosuan yang berarti saling mengasihi dan menyayangi. Selain itu, ditemukan pula nilai religius dan solidaritas sosial dalam tradisi Doja di Pulau Lutungan. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan tujuan pembelajaran IPS di sekolah dasar karena mampu membantu pembentukan karakter peserta didik, meningkatkan kesadaran sosial, serta memperkuat identitas budaya lokal. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi budaya lokal dalam pembelajaran IPS dapat menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, bermakna, dan dekat dengan kehidupan peserta didik di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi.
PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA MELALUI SEKOLAH LITERASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENDAMPINGAN BELAJAR ANAK PADA MASA GOLDEN AGE DI LAMPASIO, KECAMATAN LAMPASIO, KABUPATEN TOLITOLI Hamna; Muh. Khaerul Ummah BK; Karlina; Revina A. Lasaripi; Ni Wayan Savitry
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6811

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi dasar ibu melalui Program Sekolah Literasi sebagai upaya memperkuat pendampingan belajar anak pada masa golden age di Kecamatan Lampasio, Kabupaten Tolitoli. Kegiatan dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan literasi sebagian ibu yang berdampak pada kurang optimalnya pendampingan belajar anak di lingkungan keluarga. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk menggambarkan proses pelaksanaan program serta pengalaman peserta selama mengikuti kegiatan. Program dilaksanakan melalui penyampaian materi literasi dasar, praktik membaca dan menulis, diskusi kelompok, pendampingan belajar, serta refleksi bersama. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa Program Sekolah Literasi memberikan perubahan positif terhadap kemampuan literasi dasar ibu, meningkatkan kepercayaan diri dalam mendampingi anak belajar, serta memperkuat pemahaman mengenai pentingnya keterlibatan keluarga dalam pendidikan anak usia dini. Peserta mulai menerapkan berbagai bentuk stimulasi belajar di rumah, seperti membaca bersama, mengenalkan huruf, bercerita, dan memanfaatkan media belajar yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Selain itu, kegiatan ini turut memperkuat hubungan emosional antara ibu dan anak serta menumbuhkan budaya literasi di lingkungan keluarga. Program Sekolah Literasi menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang mampu meningkatkan kapasitas ibu sebagai pendidik pertama dan utama dalam mendukung tumbuh kembang anak pada masa golden age.
Penerapan Project Based Learning dengan Media Video dan PowerPoint untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V Suci Rahmadani; Hamna; Mustakim; Ikbal Ikbal
Tolis Ilmiah : Jurnal Penelitian Vol 8 No 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/tolis.v8i1.1391

Abstract

This research aims to improve student learning outcomes by implementing a project-based learning model in thematic learning in class V at SDN 10 Tolitoli. Apart from that, this research also aims to analyze how the project-based learning model is implemented and to measure how good student learning outcomes are after participating in learning using this model. This research is classroom action research which is carried out in 2 cycles, each cycle consisting of 3 stages, observation, planning and action. Based on the results obtained, it shows that there is an increase from the first cycle to the second cycle. In cycle 1 there were 7 students with a percentage of 18.42% who achieved kkm (75) while there were 31 students with a percentage of 81.58% with learning results below kkm (75), the second cycle showed that only 11 students 28.98% who did not reach the kkm (75) while 27 students with a percentage of 71.05% had achieved the kkm (75), based on the results of cycles 1 and 2 it was found that in cycle 2 the students had achieved classical completion. The results of this research show that the application of the project based learning model with the help of video and power point media can improve student learning outcomes in class V thematic learning at SDN Tolitoli. Keywords: Project-Based Learning, Learning Outcomes, Thematic Learning.
Model Pembelajaran Guided Inquiry di Era Merdeka Belajar: Efektivitas Projek Sains IPA Siswa di Sekolah Dasar Hamna; Muh. Khaerul Ummah BK
Madako Elementary School Vol. 2 No. 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Program Studi PGSD Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/mes.v2i2.209

Abstract

Every learning activity that uses a model allows learning interactions between teachers and students, as well as between students and other students. The purpose of this study is to analyze the effectiveness of elementary school students' science learning projects in the Merdeka Belajar era through the implementation of guided inquiry learning. The research method is Quasi Experimental Design which does not require the sample to be randomly selected (random). This study involved all students at SD Negeri Kabinuang, with a sample of class V selected through a purposive mechanism. Written test instruments, direct observation, and documentation were used to collect data. Analyzed inferentially by using the results of processed statistical data. The results showed that the question-directed learning model is very effective in carrying out science projects in the Merdeka Belajar era. These results can be generalized in a broader context. The guided inquiry model is proven to be effective and appropriate to be applied in science learning based on science projects in elementary schools when used for science project activities that are in accordance with the desired learning concepts in the Merdeka Curriculum in elementary schools.
Transforming School Libraries into Educational Literacy-Based Learning Centers in Elementary Schools Muh. Khaerul Ummah BK; Hamna; Taspia; Sabrina
Madako Elementary School Vol. 4 No. 1 (2025): JUNE
Publisher : Program Studi PGSD Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/mes.v4i1.244

Abstract

The transformation of school libraries into literacy-based learning centers in elementary schools is a strategy to improve students' reading and critical thinking culture. The purpose of this study is to analyze the managerial role of school library managers in building a reading literacy culture at SDN Sandana. Data collection techniques by conducting observation activities, interviews with one of the educators to collect information or data to support data analysis. The results of the study show that effective managerial supervision plays an important role in supporting the transformation by proving that respondents' satisfaction with the following aspects: (1) Innovation of School Library Facilities (87.46%), (2) Development of Library Collections (83.56%), (3) Evaluation of Library Standard Operating Procedures (SOP) (84.39%), (4) Library Human Resource Management (84.20%), and (5) Development of Literacy Movement in the School Environment (83.12%). The implication of this research lies in strengthening the role of libraries as a dynamic learning environment in improving students' overall educational literacy.
The Effectiveness of Ethnoscience Learning Based on Local Wisdom Values in Elementary Schools Hamna; Muh. Khaerul Ummah BK
Madako Elementary School Vol. 3 No. 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Program Studi PGSD Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/mes.v3i2.274

Abstract

The ethnoscience learning strategy is designed to develop students' ethnographic insight into scientific knowledge by combining modern science with traditional knowledge possessed by local communities or specific ethnic groups. As such, its implementation in elementary schools is highly relevant for developing students' appreciation of local wisdom values. The assessment of its effectiveness served as the primary basis for conducting this study, which was analyzed using a case study-based mixed-methods approach involving teachers and students from grades IV, V, and VI as a representation of the population at SDN 1 Nalu. The findings show that ethnoscience learning, based on strengthening local wisdom values, is highly effective in several ways: (1) increasing students' understanding of ethnoscience concepts; (2) improving students' critical thinking skills related to the development of local wisdom and scientific insights; (3) fostering the development of scientific attitudes; and (4) promoting the development of students' character in relation to local wisdom. The implications of these findings suggest that ethnoscience learning is an approach that stimulates the development of students' scientific concepts in connection with cultural heritage and the practice of local wisdom values in Tolitoli Regency, thereby increasing students' awareness of regional cultural heritage.