Permasalahan dalam penelitian ini meliputi praktik pembelajaran masih didominasi pendekatan konvensional. Pendekatan pasif ini belum memenuhi tuntutan Standar Proses yang mewajibkan pembelajaran aktif, kontekstual, dan student-centered. Hal ini menandakan perlunya perbaikan dalam model pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan yaitu untuk a) mengetahui implementasi Standar Proses pada tahap perencanaan dan pelaksanaan model Model Problem Based Learning (PBL) dan Model Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT), b) perbedaan efektivitas antara Model Problem Based Learning dan Model Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) terhadap hasil belajar kognitif IPAS siswa kelas V SD Swasta Tiara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas V (N=50), dibagi menjadi kelas eksperimen 1 (Problem Based Learning) dan kelas eksperimen 2 (Kooperatif Tipe Teams Games Tournament), yang diukur menggunakan pretest dan posttest pada materi rantai makanan. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar pilihan ganda sebanyak 25 soal. Data dianalisis menggunakan Uji Prasyarat (Normalitas dan Homogenitas) dan Uji Hipotesis t-test, serta perhitungan N-Gain untuk melihat efektivitas peningkatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Standar Proses telah terpenuhi, dengan guru berhasil mengintegrasikan sintaks model dalam pembelajaran. Hasil perbandingan efektivitas peningkatan hasil belajar (N-Gain) menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan. Kelompok PBL mencapai rata-rata N-Gain 75,54% (Kategori Cukup Efektif), sementara kelompok Kooperatif Tipe Teams Games Tournament hanya mencapai 31,19% (Kategori Tidak Efektif). Disimpulkan bahwa Model PBL terbukti jauh lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman kognitif IPAS dibandingkan Model Kooperatif Tipe Teams Games Tournament dalam konteks pembelajaran ini.
Copyrights © 2025