Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi siswa dalam pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) sebagai upaya mengembangkan keterampilan abad ke-21 di sekolah dasar. Kemampuan literasi merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus diperkuat pada diri peserta didik agar mereka mampu berpikir kritis dan kreatif, berkomunikasi secara efektif, serta berkolaborasi secara efisien dalam menghadapi tantangan era global. Penelitian ini dilakukan di SD Katolik I St. Yohanes Tomohon dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Data dikumpulkan dari guru dan siswa yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran berbasis STEAM untuk mengkaji hubungan antara aktivitas pembelajaran, kemampuan literasi, dan kompetensi abad ke-21 yang muncul selama proses belajar berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis STEAM dapat mendorong siswa untuk berpikir analitis dan kreatif melalui kegiatan eksploratif dan proyek kolaboratif. Namun, masih terdapat tantangan dalam mengintegrasikan literasi membaca dan literasi digital, yang perlu diperkuat melalui desain pembelajaran yang lebih sistematis dan penyediaan sumber belajar yang memadai. Dengan demikian, hasil observasi lapangan ini menegaskan bahwa pendekatan STEAM memiliki potensi signifikan sebagai strategi pedagogis yang efektif untuk menumbuhkan literasi dan keterampilan abad ke-21 dalam pendidikan sekolah dasar.
Copyrights © 2025