Era digital telah mengubah cara siswa membangun identitas mereka secara fundamental. Media sosial dan ruang virtual kini telah menjadi arena utama pembentukan citra diri, yang seringkali menciptakan ketegangan antara eksistensi digital dan realitas pribadi. Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka yang bertujuan menganalisis relevansi filsafat eksistensialis dalam mengatasi krisis identitas siswa di era digital, khususnya dalam konteks pendidikan Indonesia. Melalui tinjauan berbagai artikel nasional dan internasional, ditemukan bahwa eksistensialisme menawarkan pendekatan pendidikan yang menekankan kesadaran diri, kebebasan memilih, dan autentisitas sebagai dasar pembentukan identitas. Namun, praktik pendidikan di Indonesia masih jarang menyentuh dimensi eksistensial siswa. Hasil penelitian ini menekankan perlunya reorientasi tujuan pendidikan, penguatan peran guru sebagai fasilitator reflektif, dan pengembangan kurikulum yang humanis dan adaptif terhadap realitas digital. Dengan demikian, eksistensialisme berpotensi menjadi landasan filosofis bagi pendidikan yang lebih bermakna, reflektif, dan memanusiakan siswa di era modern.
Copyrights © 2025