Penelitian ini menyoroti tentang penanaman pendisiplinan tubuh dalam diskursus glass ceiling pada pekerja perempuan yang ditunjukkan dalam komentar pada unggahan instagram @kumpul.leaders tentang cuplikan podcast KuLi Episode 20 berjudul “Derita Jadi Wanita Karier”. Melalui analisis wacana kritis Fairclough, didapati bahwa diskursus glass ceiling yang sering muncul adalah terkait: empati, penampilan, kompetensi, kemampuan bergaul atau disukai, dan stereotype gender terkait keluarga. Untuk melanggengkan ideologi dominan laki-laki di tempat kerja, dan mencegah kekuasaan perempuan menyamai kekuasaan laki-laki, maka digunakan bahasa untuk mendisiplinkan tubuh perempuan. Penanaman disiplin diri pada perempuan yang dilakukan dalam waktu lama melalui lembaga-lembaga masyarakat dan ideologi patriarki, membuat kondisi marginal perempuan sebagai normalitas dan oleh karenanya, bahkan sesama perempuan juga memberikan pandangan negatif pada pemimpin perempuan, yang semakin mengukuhkan pendisiplinan diri pada perempuan.
Copyrights © 2025