Perempuan yang sudah menjadi orang tua seorang diri untuk anaknya yang memiliki gangguan mental harus beradaptasi dan mengambil alih peran ibu serta kepala rumah tangga untuk anaknya. Dalam menghadapi hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa ibu yang hanya seorang diri menjadi wali dan menghidupi anak nya yang memiliki gangguan mental dapat mengalami tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami resiliensi ibu tunggal dalam menghidupi anak dengan gangguan skizofrenia. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian melibatkan wawancara mendalam dengan beberapa ibu tunggal yang menghadapi tantangan dalam merawat anak mereka. Penelitian menunjukkan bahwa meskipun menghadapi stigma sosial, keterbatasan sumber daya, dan tekanan emosional, ibu ini menunjukkan kemampuan adaptif yang signifikan. Faktor-faktor seperti dukungan sosial, pengembangan keterampilan coping, dan motivasi untuk memberikan yang terbaik bagi anak menjadi pendorong utama resiliensi mereka. Melalui penelitian ini, diharapkan para pengambil kebijakan memperoleh pemahaman yang luas dan mendalam serta melakukan praktisi dalam upaya mendukung ibu tunggal serta anak-anak yang mengalami gangguan mental.
Copyrights © 2025