Penelitian ini mengkaji manajemen pembinaan keterampilan teknisi di Depohar 70 TNI AU dalam rangka meningkatkan profesionalisme personel pemeliharaan alutsista. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, penelitian dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan keterampilan teknisi dilaksanakan melalui empat fungsi manajemen: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, program pembinaan disusun secara sistematis dan berbasis kompetensi dengan melibatkan instruktur dan teknisi senior. Pengorganisasian dilakukan dengan struktur komando yang jelas namun tetap menekankan kolaborasi melalui mentoring dan peer learning. Pelaksanaan mengkombinasikan pembelajaran klasikal dan praktik langsung di hanggar pemeliharaan serta laboratorium avionik, sementara evaluasi dilaksanakan secara berjenjang dan berkelanjutan sebagai sarana pengukuran sekaligus pembinaan. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen pembinaan yang terstruktur dan partisipatif mampu meningkatkan keterampilan teknisi serta membangun budaya belajar berkelanjutan di lingkungan militer. Namun, keterbatasan fasilitas simulasi modern menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui inovasi dan kerja sama eksternal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen pembinaan yang adaptif dan komprehensif berperan strategis dalam mendukung kesiapan operasional TNI AU.
Copyrights © 2025