Penelitian ini bertujuan menganalisis pola kemitraan antara Pemerintah Daerah melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Sikka dengan kelompok pengrajin tenun ikat sebagai salah satu upaya pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats) untuk mengetahui posisi strategis dan arah pengembangan tenun ikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan yang terjalin bersifat fasilitatif meliputi penyediaan bahan baku, pendampingan produksi, pelatihan keterampilan, serta dukungan akses pemasaran. Analisis SWOT menghasilkan skor IFAS sebesar 3,511 dan EFAS sebesar 3,586, yang menempatkan posisi tenun ikat sikka pada kuadran II (strategi diversifikasi). Hal ini menunjukkan bahwa meskipun memiliki kekuatan internal berupa dukungan pemerintah, jaringan pemasaran, serta nilai budaya sebagai identitas daerah, pengembangan tenun ikat tetap dihadapkan pada ancaman eksternal seperti persaingan produk pabrikan, fluktuasi harga bahan baku, dan minimnya regenerasi penenun muda. Penelitian ini menyarankan strategi diversifikasi produk, penguatan regulasi, optimalisasi digital marketing, serta kemitraan multi-aktor agar pengembangan tenun ikat dapat lebih berdaya saing, berkelanjutan, dan memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat sikka.
Copyrights © 2025